MENGEJAR JODOH

Pernahkah kalian mengira-mengira siapa jodoh kalian..? Aku begitu. Yah, beda tipis dengan ke “GR” an…Masih teringat bagaimana ku uber-uber nya seorang gadis karena mengira ia berjodoh denganku, yah, hanya karena kami setiap pagi selalu satu angkot yang sama. Ku usahakan menemukan nomor ponselnya, dan berlagak misterius ketika ditanya “Dengan siapa saya bicara?” Aku pun menjawab..”Dengan jodohmu kelak”…Dan cukup kunikmati permainan misteri-misterian dengan gadis yang kukira jodohku selama hampir setahun, bagi dia mungkin itu teror..maka kusudahi karena tenda biru sudah berdiri depan rumahnya lengkap dengan janur kuning melambai seolah mengusir ku pergi yang baru saja ingin menampakkan wujud asliku.

Kedua, wanita ini juga awalnya kukira jodohku…karena kami pernah rebutan sebuah buku di toko buku, tak sengaja ku genggam tangannya sewaktu berebut buku itu…dan kutarik-tarik, kukira buku yang kuinginkan, ternyata buku itu sudah tergeletak di lantai…dan ia menggamparku. Sejak saat itu kukira ia jodohku, maka ku kuntit ia pulang, sekedar tau alamat. Setiap hari kukirimkan mawar merah sekuntum, kadang tiga, kadang lima…tergantung budgetku. Hanya berjalan hampir seminggu, segera kuhentikan karena suaminya setiap pagi berdiri di depan pagarnya menungguiku.

Ketiga, ia juga kukira jodohku, karena ia sendiri yang memanggilku membantunya mengangkatkan barang belanjaannya hingga rumah, hampir setiap minggu, sewaktu aku duduk menunggui motor yang sedang dicuci…ia menanyaiku macam-macam…ia humoris, walau lebih dewasa dariku..namun tidak lama, karena lama-lama aku jadi tersinggung setiap tiba di depan pintu rumahnya ia ingin memberiku uang…dia anggap apa aku ini!

Keempat, kalau wanita yang ini dengan santainya duduk di boncenganku setiap sore yang sedang menunggu tukang sate di depan gerbang kompleks…dan dia selalu bilang ketika hendak turun ketika kuantarkan..” Nanti di akhir minggu, ya..”
Kupikir dia ingin mengatakan sesuatu, ternyata di akhir minggu ia merapel bayaran selama ku antar pulang, dia kira aku tukang ojek!!!

Jodoh memang selalu membuatku penasaran, sungguh mati! Seperti sedang bermain teka teki atau detektif-detektifan…Hingga kemudian aku tersadar dengan tepukan di bahu oleh sahabatku ketika kuceritakan ujung kisah-kisah apesku mengejar jodoh…sambil ia berkata, “Jodoh yang baik untuk yang baik maka cukup pantaskan diri dahulu.”

@cheitumminyafardais
Jakarta,13 10 2011
Sambil melototin tanggal, smoga tak salah lagi..:)

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s