SELINGKUH. JANGAN!

​(Sumber: internet)

Kemarin. Saya dan suami ngobrol dengan tema skandal dan perselingkuhan. Topik hot dan sensitif untuk dibahas! 😀 Sambil saya menahan diri dari baperan, biasalah wanita tuh suka gitu, suka nyambung-nyambungin kabel cerita orang dengan perasaannya sendiri, meski sama sekali gak ada hubungannya, ujung-ujungnya lawan bicara akan terpojok, terancam kemudian langsung jadi terdakwa atas sesuatu yang tidak ia lakukan tanpa melewati persidangan. Kejam banget yah! 😀

Ngomong-ngomong soal kejam. Menurut saya, perselingkuhan adalah perbuatan kejam yang dilakukan oleh orang(orang)  jahat yang bertujuan memperturutkan syahwat tanpa memikirkan perasaan pasangan. Ah, abaikan definisi abal-abal saya 😀 Menyedihkan jika sebuah hubungan pernikahan harus berakhir karena sebuah perselingkuhan salah satu pasangan, dan kita tahu yang akan bertepuk tangan atas tragedi ini? Yup, Iblis! Tapi, juga ada suami/istri yang memilih bertahan dan mempertahankan pernikahannya meski “dicurangi” pasangannya ( kok,tetiba pengen nyanyi lagu Anang,..kau curangi akuuu).

Memang, godaan seorang pria beristri adalah wanita lain yang dipandang lebih cantik dari istrinya, sedang godaan bagi istri bersuami adalah harta, kasih sayang, perhatian pria lain yang lebih banyak dari harta, kasih sayang dan perhatian yang diberikan suaminya, eh 😀 Apalagi bila ditunjang dengan bakat kemampuan untuk selingkuh plus kesempatan, seperti pesan bang napi bahwa perselingkuhan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan, jadi waspadalah ^.^ 

Untuk mengantisipasi perselingkuhan, Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam sebenarnya sudah mengingatkan kaum pria dengan sabda beliau: 

“Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu.” (HR. Tirmidzi)

Jadi, bukan malah minta nomor telepon, yah? Ya bukan dong! Tapi, hadist di atas juga jangan lantas dijadikan senjata bagi kaum pria untuk jelalatan trus abis itu “datangin” istri –.–” Justru jika direnungi lagi makna hadistnya, bahwa ini bukan soal birahi saja bro, tapi, menyadarkanmu untuk ingat kalau kamu sudah punya istri hingga kamu bisa menundukkan nafsu syahwatmu sendiri. 

 Apalagi lingkungan kerja heterogen yang menjadi ladang subur untuk menyemai bibit perselingkuhan (ealah, mulai memuakkan kata-katanya :D). Pulang bareng dari kantor karena searah, makan siang bareng di kantin, curhat-curhatan tentang masalah pribadi, bercanda-canda tanpa batas antara perempuan dan laki-laki, lebih parah jika lingkungan sekitar alias teman-teman lainnya malah memprovokasi, bukannya berusaha mencegah kemungkaran di depan mata. Begitulah, semuanya bisa jadi pemicu terjadinya sebuah perselingkuhan, pak bapak, bu ibu …:) Konon kata suami, seorang pria baek hati, berwibawa, dan punya integritas terhadap hubungan dengan pasangannya (istri) punya cara sendiri untuk menghindari atau menolak tawaran yang ditengarai akan menuju ke perselingkuhan hasil persekutuan syaithon dengan makhluk halus bernama perempuan jahat demi menjaga hati yang satunya, eaaa 😀 Ada seorang suami yang LDR (Long Distance Relationship) dengan istrinya lalu memilih pulang lebih awal dari pegawai lainnya untuk menjaga dirinya tidak berduaan dengan yang bukan mahrom di kantornya. Ada seorang suami yang lagi-lagi LDR dengan istrinya memilih  menyibukkan dirinya dengan hadir di kajian-kajian islam daripada hangout bareng teman-teman kantor perempuan. Ada yang menolak secara halus permintaan nebeng pegawai kantor perempuan meski  mereka pulang searah. Untuk bapak-bapak yang baek hati dan mampu menjaga hati dengan baik kayak gini, saya doain berkah, samawa selalu rumahtangganya ^.^ 

​(sumber: internet)

Seharusnya setiap suami atau istri harus bisa menutup pintu untuk sebuah tawaran perselingkuhan. Penting untuk menjaga pergaulan dengan yang bukan mahrom, agar tidak disusupi syaithon. Meskipun memang lelaki dibolehkan untuk berpoligami, tapi, tentu bukan ditempuh dengan cara-cara yang tidak berkah atau diawali dengan mendekati perzinahan. Bukankah di dalam agama mendekati zina saja dilarang, apalagi perzinahannya. Seorang istri pun demikian, ia dituntut untuk bisa membuat suaminya nyaman dan tenang di sisinya, meskipun kelihatannya tidak sesempurna cewek-cewek di luar sana, setidaknya ia punya legalitas yang sah di hadapan Allah yang seharusnya dijadikan motivasi buat menjadi istri yang lebih baik lagi 🙂 

Ah, sudah ah..nulis tentang beginian ^.^ Mari kita tutup dengan kutipan ayat menenangkan berikut 🙂 Bismillah……

 “Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu serta memberimu rizki dari yang baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?”(Qs.An Nahl:72)

 “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dia menjadikan adiantara kamu rasa kasih dan sayang. sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kamu yang berpikir.” (Qs.Ar Rum:21)

Kendari, 13 April 2017

Terimakasih, sudah setia sejauh ini,

For my beloved hubby 🙂 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s