belajar parenting

BU, TAK APA TAK SEMPURNA

perfectmoms

Tell me about your, mom..” Kata saya iseng dan  sok keinggris-inggrisan kepada dua bocah laki-laki saya yang sedang menikmati makan siangnya. Si Dais(9tahun) menatap saya dengan tatapan sedikit usil sambil senyum-senyum, sedang Faris(10tahun) yang berada di sebelah saya terkekeh-kekeh. “Ummi, baik.” Akhirnya Dais menyahut dengan sebuah kata yang tak cukup membuat saya puas. Cuma baik doang? Lalu, Faris menambahkan, “Iya betul, Ummi baik, suka bantu-bantu kami berdua …” Cuma itu? Saya semakin tak puas. “Cantik!” Kali ini jawaban singkat Dais bikin hati saya sedikit menghangat atau berasa seperti bunga yang siap-siap mekar  😀 Lalu, Faris nambahin lagi, ” Betul kok, Ummi baik banget, meski…meskipun Ummi biasa marah-marahin kita..” Ealah, tetiba saya kok berasa sedih, hiks 😦  Perkataan Faris tidak sampai disitu saja, karena dia mulai mengeluarkan kata-kata pamungkas yang bikin wanita pertama dalam hidupnya ini merasa berarti di dalam kehidupan dulu, kini dan nanti 😀 “Meskipun Ummi marah-marahin kita, Ummi tetap ummi terbaik selamanyaaa..!” Dais ikut membenar-benarkan pernyataan faris yang fenomenal abad ini. Apakah saya sudah puas? Ya dong! 😀 Beginilah wanita, gak sah kalau gak minta pengakuan dan diakui, hehehe. Meskipun beberapa menit kemudian, salah seorang dari mereka mulai memanfaatkan suasana hati saya yang sedang bersemi bunga-bunga..”Miiii, jadiii…boleh gak…nyalain komputer?” Dan dengan tegas saya langsung menjawab, “No!” Hueh!! Jadi, ini toh arti senyum-senyum dan kekehan mereka di awal -.-” opportunisnya kalian, nak! 😀

Ohya, sebenarnya saya tak jago bikin pencitraan, tapi entah mengapa, sebelum kata “pencitraan” itu populer, saya sudah beberapa kali disangkakan ibu yang super baik ke anak-anaknya. Mestinya, tampang gak selamanya menampakkan kebenaran, karena itulah pencitraan dibutuhkan.. hehehe ngomong apa sih?! Yah, tapi selalu saya aamiinkan kebaikan yang disangkakan, bahwa saya sabar banget, telaten ngurus anak, gak suka marah-marahin anak, lembut, punya banyak ilmu parenting…dan..salah, salah, salah, anda salah. Saya malah khawatir jika saya sesempurna itu, khawatir kaki saya gak napak di tanah atau wujud saya gak kelihatan 😀

Ah, saya biasa saja, kok. Tentu masih banyak yang jauh lebih baik dari saya yang biasa-biasa ini. Tentu, tentu saja. Tapi, jika kita ingin “menikmati” kehidupan sebagai seorang ibu, maka jangan pernah mencari perbedaan antara dirimu dan ibu-ibu yang lain. Saya suka menghibur diri ketika merasa sedang berbuat kesalahan dengan bilang ke diri sendiri..”Sudah, gak apa-apa..yang penting kamu sadar salahnya dimana..” Buat saya, itu saja sudah cukup untuk memperbaiki diri. Setelah bisa berdamai dengan diri sendiri, selanjutnya berdamailah dengan ibu-ibu yang kau temui dimanapun berada, jangan menghakimi ibu-ibu yang berbeda “mahzab” dalam proses pengasuhannya dengan dirimu. Seperti yang terjadi pada diri saya ketika ketahuan anak-anak gak disekolahin di sekolah formal alias homeschooling. (eaa, prolog yang baik buat curhat..curhat? gak lah :D)

mom

Sumber : Pinterest

Ehya, suatu hari, saya ikutan Q & A (Questions and answers) yang disebar teman-teman di Facebooknya, jadi ceritanya, mams mengajukan pertanyaan-pertanyaan ke anak-anak mereka, dan anak-anak harus menjawab spontan. Sempat saya bikin status sih, tapi, gak apa-apa saya simpan di postingan ini lagi 😀 demi pengakuan! -.-‘

*  *  * * *

WITHOUT prompting, ask your child these questions and write EXACTLY what they say.

*What is something I say a lot?
F: “sholat.”
D: “mandi.”

*What makes me happy?
F: “kalau rajin ngaji, sholat dan bantu ummi.”
D: “bantu ummi.”

*What makes me sad?
F: “kalau kita bohong.”
D: “kalau gangguin ummi yang lagi menggambar..”

*How tall am I?
F: ga tau
D: ga tau

*What’s my favorite thing to do?
F: menggambar
D: menggambar

*What is my favorite food?
F : Masakan ummi sendiri
D: bakso

*What is my favorite drink?
F: jus jeruk
D: jus jeruk

*If I could go anywhere, where would it be?
F : mekkah dan madinah :,)
D: hypermart

*Do you think you could live without me?
F : nggak lah
D: (berpikir lamaa) baru jawab gak bisa

*How do you annoy me?
F: minta salim saat ummi sedang tidur
D: gangguin afrin

*What is my favorite movie?
F: film yang gak ada makhluk anehnya
D: film tembak2an

*What is my favorite song?
F: gak tau
D: upin ipin

*What is my favourite TV show?
F: okejek
D: okejek

*What is my job?
F: tukang buat kalender
D: bikin2 orderan

*How old am I?
F: 32, 33, 34
D: 30an

*What’s my favorite color?
F: yang tidak mencolok mata
D: hitam

*How much do you love me?
F: semuch much mungkin
D: tak terbatas

Copy, paste and change my answers and see what your child says!
You will be surprised how much your kids pay attention to you!

* * * * *

18eec63d2e62a74ce1bd9db26d026014

Sumber: Pinterest

Anyway, anak-anak memang makhluk paling tulus sedunia, paling mengerti, paling mudah memaafkan..Jadi, ibu-ibu…anak-anak gak akan mempermasalahkan ibunya yang gak sempurna itu selama sang ibu selalu memeluknya dan bilang “Ibu selalu mencintai kalian.” ^.^ Bagaimana? Saya ummi yang romantis, kan? 😀

Baiklah, sebagai penutup saya copaskan sebuah puisi yang menghangatkan jiwa raga ibu-ibu ..Ingat, untuk bahagia selalu, moms! 😀

To the mom hiding in her bathroom, needing peace for just one minute, as the tears roll down her cheeks..

To the mom who is so tired she feel likes she can’t function anymore and would do anything to lay down and get the rest she needs…

To the mom sitting in her car, alone, stuffing food in her face because she doesn’t want anyone else to see or know she eats that stuff…

To the mom crying on the couch after she yelled at her kids for something little and is now feeling guilty and like she is unworthy…

To the mom that is trying desperately to put those old jeans on because all she really wants is to look in the mirror and feel good about herself…

To the mom that doesn’t want to leave the house because life is just too much to handle right now…

To the mom that is calling out for pizza again because dinner just didn’t happen the way she wanted it to…

To the mom that feels alone, whether in a room by herself or standing in a crowd…

You are enough.
You are important.
You are worthy.

This is a phase of life for us. This is a really really hard, challenging, crazy phase of life.

In the end it will all be worth it. But for now it’s hard. And it’s hard for so many of us in many different ways. We don’t always talk about it, but it’s hard and it’s not just you.

You are enough.
You are doing your best.
Those little eyes that look up at you – they think you are perfect. They think you are more than enough.

Those little hands that reach out to hold you – they think you are the strongest. They think you can conquer the world.

Those little mouths eating the food you gave them – they think that you are the best because their bellies are full.

Those little hearts that reach out to touch yours – they don’t want anything more. They just want you.

Because you are enough. You are more than enough, mama.
You. Are. Amazing.”

(Copas dari FB Love what really matters ) 

Kendari, 1 Februari 2017

@cheummufardain

TIPS MUDAH BER-HOMESCHOOL 

images.pngBuat ibu-ibu rempong seperti saya, menjalani homeschool bersama empat orang anak itu cukup menguras energi. Apalagi di awal memulai homeschool. Energi banyak terbuang untuk hal-hal yang sebenarnya gak penting. Akibatnya, tangki energi cepet kosong, padahal urusan sama anak belum kelar 😀 Akibatnya lagi, mengomel-lah saya ke sana ke mari bagai bunga kembang tak jadi 😀

Setelah memakai produk melakukan perenungan panjang yang tak berkesudahan, saya sadar bahwa sepertinya ada yang harus diperbaiki dengan jalan hidup saya (haelah, opo toh!)  Maksud saya,  semestinya saya mesti mencari cara bagaimana agar proses homeschool ini berasa mudah bagi saya,(tapi,  belum tcentcu buat mereka :D)

Agar tetap waras dalam mendampingi proses homeschool mereka, saya ingin berbagi tips, gak diikutin juga gak apa sih..karena saya percaya setiap kita bisa mengatasi permasalahan dalam hidup kita dengan cara kita sendiri (eits, berasa motivator deh, sayah :D) Daripada nulis prolog gak jelas dan gak kelar-kelar, mending langsung cap cus yah 😀  Jadi, ada beberapa tips untuk memudahkan proses homeschool anak-anak bersama kita  sehari-hari;

1. Selalu luruskan niat. Saya selalu percaya bahwa kita akan mendapatkan sesuai dengan apa yang kita niatkan. Niat itu harus selaras dengan amal, amal itu harus dibarengi dengan keikhlasan, dan keikhlasan buahnya kesabaran. Ealah kok malah ceramah ^.^

2. Cari tahu tipe/gaya belajar setiap anak.  Untuk homeschool mom dengan empat anak seperti saya, penting untuk mencari tahu gaya belajar masing-masing anak. Seperti yang sulung tipe auditori maka terkadang saya read a loud buku bacaan buat dia, anak ke dua tipe kinestetik maka saya tidak memaksakan dia duduk berlama-lama murojaah bersama saya, anak ketiga tipe visual; saya lebih banyak nunjukkin gambar, printable worksheet gambar-gambar, ngajak jalan sambil minta dia perhatikan sekitarnya.Sedang si bungsu yang berusia satu tahun, lebih banyak eksplorasi bebas 😀

3. Sediakan beragam  buku-buku bacaan, terutama kamus bahasa indonesia dan inggris 😀 jadi kalau mereka nanya-nanya istilah-istilah tinggal suruh mereka buka kamusnya. Meski ini gak efektif juga, sih…ujung-ujungnya tetap saya yang buka kamus -.-” (tips apa ini?!)

4. Fleksibel. Bukan..itu bukan judul film horror 😀 fleksibel artinya jangan kaku dalam prosesnya. Selalu temukan cara yang memudahkan kita sebagai ibu-ibu tapi sekaligus jadi proses belajar buat anak-anak. Contohnya libatkan mereka dalam pekerjaan rumah tangga, dengan begitu kita jadi tak butuh asisten rumah tangga, bisa santai sejenak atau ngerjain hal-hal lain sementara anak-anak mengerjakan tugas yang kita berikan.

5. Fasilitas seperti jaringan internet dan printer cukup memudahkan saya juga sih..tinggal penggunaannya yang dikontrol.

6. Sediakan telinga dan hati yang lapang  untuk mendengar masukan atau kritikan dari anak-anak tentang ibunya 😀 mulutnya dikunci rapat-rapat, deh..insyaa Allah lebih mudah untuk jadi lebih baik dari yang kemarin ^.^

7. Santai ketika keseharian gak sesuai rencana..ingat, kita cuma bisa berencana, Allah yang menentukan..dengan begitu kita gak berasa bersalah-bersalah amat 😀 menyesatkan gak sih?

8. Sedia bank-bank soal yang  siap dikeluarkan saat kita merasa anak-anak sudah lama gak ngerjain worksheet..hehehe jadi bukan buat evaluasi? Buat memudahkan emak aja sih dan menenangkan diri di saat tau lagi musim ujian sekolah 😀

9. Sedia stok makanan instan atau resep makanan praktis, biar lebih mudah saat lapar menyerang sedang anak2 sedang butuh pendampingan. Setidaknya berlarilah ke warung sebelah untuk lebih memudahkan, jangan lupa dompetnya dibawa :<

10. Penutup yang menjadi solusi jitu dari semua permasalahan 😀 Perbaiki hubungan kita dengan Allah, bagaimana kita ingin dimudahkan segala urusan, dikabulkan segala doa jika ibadah juga sekedarnya? 🙂

Itu saja cukup yah…mohon maaf jika banyak ngelanturnya, semua berdasarkan pengalaman dan setiap orang pengalamannya mungkin saja berbeda ^.^ Semoga Allah selalu memudahkan urusan kita, lagi memudahkan kita untuk selalu memperbaiki diri 🙂 Wassalam!

Kendari, 25 November 2016

@cheummufardain