sajak

PAK TUA BERPUISI SAMPAI TUA

Pak tua  berpuisi sampai tua

Dengan sajak-sajak lusuh

Bait-bait yang rapuh

Pak tua berpuisi sampai tua

Dengan lembaran-lembaran kertas yang menguning,  tua. 

Pak tua terus berpuisi,  

Berpuisi tentang benda mati

Menyanjung sepi

Mengkritik raja

Pak tua yang berpuisi sampai tua,  terus berpuisi.

Sesekali tak pedulikan kamu yang tak kunjung mengerti,  bahwa puisi itu untuk kamu. 

@cheummfardain 

Kendari, 9 Agustus 2017

GADUH

image

Sumber gambar : dari sini

Berbuatlah gaduh
Sampai negeri ini merapuh
Berbuatlah gaduh
Banyak yang bisa diadu
Supaya gaduh

Singsingkan lengan kemeja putihmu,
Siapkan tanganmu untuk mengaduk, mengadu, lalu gaduh..
Aturan?
Tidak butuh aturan untuk membuat gaduh, bukan?

Adu para petinggi partai politik, hingga mereka gaduh..
Adu kaum muslim dengan agamanya,
Adu pemain bola dengan sepakbolanya,
Adu masyarakat dengan makanan pokoknya,
Adu sampai gaduh!
Adu sampai mereka mengadu
Lalu aduan merekapun berubah menjadi gaduh

Sudah tidak jaman membuat gaduh dengan pecahkan saja gelasnya.
karena bunyi gaduhnya sementara..
Berbuatlah gaduh yang menyibukkan mereka..
Hingga mereka tidak sadar dengan dollar yang menekan rupiah.
Atau mungkin sadar tapi merasa baik-baik saja..
Sembari mencipta gaduh, jangan lupa pikirkan jatah kuasa yang belum terbagi.
Dan jangan lupa tepukan pundak bahwa kita baik-baik saja di sini…
Sampai kami lupa untuk mengaduh, aduh!
Kami, rakyatmu!

Kendari, 8 juni 2015
Day 8 #NulisRandom2015