PENDETEKSI KEMUNAFIKAN

Hudzaifah bin Yaman. Ia adalah sahabat Rasulullah saw yang istimewa karena keahliannya. Keistimewaan yang dimiliki Hudzaifah adalah ia ahli dalam membaca mimik muka seseorang dan rahasia yang disembunyikannya. Hanya melihat sekilas, ia sudah bisa mendeteksi rahasia yang disembunyikan seseorang seketika itu juga. Keahliannya yang membuat Khalifah Umar mengandalkannya dalam mengenali orang-orang yang dikehendakinya. Islamlah yang mempertajam bakat Hudzaifah setelah ia masuk Islam, sebab Islam adalah agama yang membenci kemunafikan, kebohongan dan sifat pengecut. Bakat yang ia miliki itu datang atas kehendak Allah, juga disebabkan karena ia sangat benci kemunafikan.

Saya menuliskan tentang Hudzaifah karena tertarik dengan kehebatannya mendeteksi kemunafikan di masanya hanya dengan melihat raut wajah. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Islam jauh lebih dahulu menerapkan ilmu membaca mimik wajah seperti Hudzaifah sebelum ilmu psikologi diajarkan.  Ilmu membaca mimik wajah dalam psikologi dikenal dengan “face micro expression”. Ilmu ini baru-baru dipakai saat kasus Jessica Kumala Wongso mencuat dan mendatangkan pakar mikro ekspresi😀

Kita tinggalkan kasus Jessica dan tak usah mencari tahu apa kata  pakar mikro ekspresinya tentang wajahnya, gak penting😀 Tapi, saya ingin membahas ilmunya dari sudut pandang psikologi..ilmu untuk mendeteksi kebohongan seseorang, eits jangan senang dulu..ini bukan untuk dipakai mencurigai suami yaa..soalnya konon wanita lebih senang dibohongi pria daripada diberi tahu yang sejujurnya. (Halah ngelantur kemana-mana :D).  Dari sebuah artikel di sini, ada beberapa ekspresi yang bisa kita deteksi sebagai sebuah kepalsuan..alias sedang bicara kebohongan;

1. Senyuman.

Senyuman yang tulus katanya akan menghasilkan kerutan di sudut mata, sedang senyuman yang tidak tulus hanya menghasilkan kerutan di sudut-sudut bibir. Catat ya, kondisinya anda sedang tersenyum lantas kerutan itu muncul, jika anda diam saja lantas kerutan itu muncul itu berarti kita (eh saya aja kali, hiks) butuh krim mata😦

2. Mimik asimetris.

Artinya jika ekspresi  lawan bicara kita tidak sama kiri dan kanan wajahnya saat berbicara,  dideteksi bahwa ia sedang membicarakan kebohongan alias dusta. Trus, ekspresi Jaja Miharja sambil bilang “apaan tuh?” apa termasuk berbicara dusta? Nggak dong! Kan lagi nanya.-.-” (gak ilmiah banget deh alasannya -.-)

3. Terlalu sering berkedip tanpa ritme.

Katanya berbicara dengan kedipan mata berlebihan tanpa ritme, dapat dideteksi sedang berbicara kebohongan. Eits, pastikan dia berbicara tidak dalam kondisi kelilipan debu, ya ^.^

Cukup tiga aja ya…soalnya saya juga bukan ahli psikologi apalagi pakar mikro ekspresi…saya hanya hamba Allah yang bergelimang dosa..(halah drama..drama..  -.-“)

Antara ilmu psikologi dan keahlian seorang Hudzaifah bin Yaman, saya kembali  tertarik membahas kelebihan yang menjadi bakat dari seorang Hudzaifah. Sebenarnya bukan tidak mungkin kita bisa mendeteksi kemunafikan seseorang layaknya Hudzaifah. Ada beberapa poin yang dimiliki Hudzaifah  hingga mampu mendeteksi kemunafikan seseorang;


Pertama
: Iman yang kuat. Iman yang kuat-lah yang membuat Hudzaifah bersedia melaksanakan perintah Rasulullah untuk berangkat memata-matai perkemahan musuh padahal situasi buruk dan kondisi dirinya sendiri yang tidak memungkinkan. Dan akhirnya ia berhasil kembali dengan selamat dengan membawa kabar berita tanpa diketahui keberadaannya yang tadinya di tengah-tengah musuh.

Kedua: Keteguhan dan keberaniannya menentang  semua kebatilan, bahkan terhadap keluarganya, hingga ia sendiri khawatir lisannya yang tajam dan keras itu menyebabkannya masuk neraka, lalu ia mengadukannya kepada Rasululloh, dan Rasululloh menjawab dengan pertanyaan sekaligus pernyataan, “Mengapa kamu tidak beristigfar? Sungguh aku beristigfar 100 kali dalam sehari.”

Ketiga:  Pengetahuan yang luas tentang keburukan. Bahwa disaat orang lain mempertanyakan kebaikan-kebaikan kepada Rasululloh, Hudzaifah malah mempertanyakan keburukan apa saja yang kelak harus dihindarinya.

Keempat: Memiliki pikiran dan hati yang jernih, membuahkan sikap bijaksana. Seperti kata Hudzaifah bahwa kebaikan itu sungguh jelas terlihat bagi yang menginginkan, sedang keburukan pasti tersembunyi, maka, orang bijak harus mampu mendeteksi sumber-sumber kejahatan.

Maka, pantaslah jika Hudzaifah mampu mendeteksi kemunafikan seseorang karena dia dikaruniai iman yang kokoh, pikiran jernih, pribadi bijak dan insting yang kuat. Kita? Atau jangan-jangan tuduhan munafik kita membabi buta, bukan karena insting buah dari keimanan tapi lebih karena kebencian buah dari nafsu..tak perduli benar atau salah😦 Beraninya!

Kendari, 21 November 2016

@cheummufardain

Sumber :

– 60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW,  Khalid Muhammad Khalid

– http://vemale.com

Sumber gambar: Google

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s