PUZZLE ASA & USIA PENGHUNI SYURGA

doa-memohon-surga2

Dia mengusap-usap punggung istrinya, sambil bilang ke anak-anaknya, kalau ummi di hadapannya itu memasuki usia penghuni syurga. Di kesempatan lain saat dalam perjalanan pulang dengan istrinya di sampingnya, ia menceritakan karakteristik para penghuni syurga yang perempuan dan laki-laki berdasarkan ceramah ust. Khalid Basalamah yang ia download dari youtube. Anak-anak kelihatan takjub, kecuali istrinya yang tiba-tiba mengkhawatirkan dirinya sendiri. Mengapa? Ia merasa tak pantas disebut-sebut sebagai penghuni syurga, meski lama-lama ia baru tersadar kalau sedang salah paham alias besar rasa alias GR (Gede Rasa).  Yang dimaksud penghuni syurga  itu usianya, sedang “orangnya” masih ghoib akan berakhir dimana. Ah, Syurga, semoga saja!

Kepingan-kepingan momen itu sudah berlalu sekitar dua bulan lalu. Biasanya di hari itu, saya akan menulis sambil mengingatkan diri tentang usia saya yang terus berkurang setiap tahun. Tapi, dua kabar duka menyapa saya pagi harinya. Dan seorang teman lama yang tiba-tiba menghujat saya dengan asumsinya di sebuah pesan pribadi tepat seminggu sebelumnya tanpa saya ketahui salah saya dimana. Komplit. Satunya nasihat yang baik tentang sebuah kematian yang pasti datang, satunya lagi nasihat yang baik tentang evaluasi niat, bersabar, tidak membalas perkataan buruk dengan yang sama, dan bagaimana memahami orang lain. Alhamdulillah!🙂

Jika bicara tentang syurga, sebuah hadist qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari  dari sahabat Abu Hurairah, telah menjelaskan bahwa syurga yang disediakan Allah untuk orang-orang sholeh adalah segala sesuatu yang kenikmatannya tidak pernah terlihat mata, tak pernah terdengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati manusia. Maka bagi saya, kata “syurga” saja sudah cukup membuat saya begitu mengharapkannya :’)

Bagaimana dengan penghuni syurga-Nya? Allah sudah menyebutkannya dalam Al Quran, dan menggolongkannya menjadi 7 golongan bagi pewaris syurga firdaus, syurga yang penghuninya kekal di dalamnya. Jika ingin lebih mendalam silahkan kaji sendiri lewat tafsir atau ikuti kajian tafsirnya🙂
“1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya, 3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, 4. dan orang-orang yang menunaikan zakat, 5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, 6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. 7. Barangsiapa mencari yang di balik itu Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. 8. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. 9. dan orang-orang yang memelihara sholatnya. 10. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, 11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus, mereka kekal di dalamnya.” (al-Mu’minuun: 1-11)

Huaa! Syurga! Setelah mendengar cerita abinya tentang syurga tertinggi, yaitu syurganya para Nabi dan Rasul, suatu hari putra kedua saya menghampiri saya yang baru saja kelar salam kanan kiri, sepulangnya sholat maghrib. Ia berkata kalau ia ingin masuk syurga, syurganya para Nabi dan Rasul. Ia akan mengusahakannya dengan mengaji dua lembar setelah sholat, lanjutnya..seolah menyematkan janjinya dan menitipkannya kepada saya :’) Di hari lain, hari jumat sebelum ia berangkat sholat Jumat, saya panggil ia..saya katakan bahwa ummi menemukan lagi salah satu cara agar kamu bisa masuk kelak syurganya Nabi dan Rasul, rajin-rajinlah bersholawat! Setelah itu ia berulangkali memastikan kebenarannya kepada saya, mungkin dia pikir saya hanya menghiburnya😀 padahal saya serius.

Ah, Syurga! Suatu hari lagi, diruang tamu sambil menunggu listrik nyala..saya raih tangannya untuk dijabat sambil bilang, “bi, tolong ridhoi semua yang saya lakukan, yaa..” karena saya tau syurga saya sebagai istri terletak pada ridhonya, suami saya. Dia hanya terkekeh, dan saya berkesimpulan jawabnya yes! Meski saya tau pernyataan saya barusan abstrak maknanya.😀

Demikian, bagaimana saya berusaha menyatukan kepingan-kepingan momen kejadian yang sebenarnya harapan saya akan syurga. Niatnya  mengingatkan kembali diri saya, memotivasi diri saya, dan menjadi pengingat bagi anak-anak dan suami saya, tentang asa  kami masuk syurga. Sebagai catatan di saat usia saya memasuki usia penghuni syurga.

Kendari, 12 November 2016

@cheummufardain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s