POSITIF THINKING UNTUK SIAPA?

image

Berpikir positif sedang menjadi trend. Yah! Setidaknya sejak pemerintahan baru berganti. Saya bilang begitu karena kadang dikira sedang berpikir negatif ketika memposting berita negatif tentang semrawutnya pemerintahan era Jokowi. Apa saya salah? Entah! Mereka maunya apapun kebijakan pemerintah terlebih ketika itu merugikan orang banyak, kita harus bersikap bijak dan selalu berpositif thinking.
Memang sebenarnya saya bukan orang yang positif banget ketika berpikir. Tapi, saya butuh pemikiran positif untuk menyemangati diri, menstabilkan mood, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Di sisi lain saya masih terkadang berpikir negatif untuk hal-hal tertentu dan lebih mengikuti animal insting. Apalagi ketika sadar merasa punya tampang yang kata suami berpotensi mudah untuk ditipu -.-“

Nah, se(sok) tau saya, teori barat tentang berpikiran positif mencakup semua hal (CMIIW). Nyaris tidak ada celah untuk berpikiran negatif. Apa itu bagus? Bagus, kok. Tapi, dalam islam sendiri tidak hanya berpositif thinking melulu. Dalam persoalan ibadah kita tidak dibolehkan merasa aman dengan amal ibadah yang kita lakukan. Seperti yang disampaikan Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra. Anas menceritakan, suatu hari Rasulullah melayat seseorang yang akan meninggal dunia. Rasulullah bertanya kepada orang itu, “Bagaimana kamu mendapatkan dirimu sekarang?” Ia menjawab, “Aku dalam keadaan harap dan cemas.” Mendengar jawaban laki-laki itu, Rasulullah bersabda, “Tidaklah berkumpul dalam diri seseorang dua perasaan ini, melainkan Allah akan memberikan apa yang dia harapkan dan menenangkannya dari apa yang ia cemaskan.” (HR. At-Tirmidzi dan Nasa’i). Maksudnya? Seseorang yang akan meninggal tersebut mengkhawatirkan amal ibadahnya selama di dunia, cukupkah untuk bekal di akhirat, cukupkah untuk menyelamatkannya dari api neraka? Dan Rasululloh menenangkannya dengan bersabda bahwa mempunyai perasaan cemas terhadap amalan kita diterima atau tidak justru akan mendatangkan kebaikan dari Alloh berupa memberikan apa yang diharapkan. Para sahabat yang dijamin masuk syurga saja tak jarang menangis saat mengkhawatirkan amalan mereka. Lalu tidak berhenti pada rasa “khawatir” saja, mereka memperbanyak amal ibadah karena merasa tidak tahu (khawatir) amalan mana yang pahalanya diterima Alloh. Kita? Hiks! T.T

Bagaimana dengan positif thinking terhadap sesama manusia? Positif thinking dalam islam dikenal dengan istilah husnudzon. Lawan katanya suudzon atau berprasangka buruk atau curiga  seperti yang dijelaskan dalam surah al hujurat ayat 12 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), Karena sesungguhnya prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” Maha Benar Alloh Dengan Segala firman-Nya…gak bisa ngomong apa-apa lagi deh, ayatnya sudah jelas ^.^ Jadi, gak boleh nih berprasangka buruk sama orang? Hemh, emang gak boleh sih.. tapi bersikap waspada boleh ^.^ sama halnya dengan bersikap hati-hati dan cemas dengan amalan kita, seperti saya tuliskan di atas. Bahkan waspada terhadap manusia ternyata diperintahkan Alloh di dalam al quran. Istilahnya hadzar (QS.Al Maidah: 92), artinya berhati-hati. Selanjutnya al quran juga menyebutkan orang macam apa yang harus kita waspadai:

Pertama : Orang-orang kafir.
“Dan hendaklah kamu (Muhammad) memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka (Ahli Kitab). Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (Al-Ma’idah: 49).

Kedua : Orang-orang munafik.
“Dan apabila kamu melihat mereka (orang-orang munafik), tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Al-Munafiqun: 4)

Nah, terakhir…kembali kepada positif thinking. Bahwa terhadap ketetapan dan ujian dari Alloh kita juga diminta untuk berpositif thinking, seperti berikut yang difirmankan Alloh:
Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (At-Taubah:51)
Betapa indahnya firman Allah ini, mengingatkan kita untuk tidak putus asa dan menggantungkan harapan hanya pada Alloh saja.

Meskipun ada juga gambaran sifat manusia yang ketika ditimpa musibah secara tiba-tiba malah berprasangka buruk pada Allah, bahkan tak jarang mempertanyakan keadilan Allah. Dan kelakuan manusia tersebut diabadikan di dalam Al Quran untuk jadi peringatan bagi kita.
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. (Al-Fajr:15-16)

Kelar hidup gue sudah pembahasan tentang positif thinking dalam islam. Sebenarnya untuk mengingatkan diri saya pribadi. Terutama untuk sikap hadzar menyangkut ibadah, jadi ke depannya lebih semangat memperbanyak amal ibadah sekaligus berhati-hati ^.^ allahu a’lamu bishowwab.

Kendari, 12012016
Sumber tulisan : tentang hadzar di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s