PASANGANMU, PEMARAH, DAN MINTA CERAI

image

Bahwa pernikahan itu tidak terjadi semata-mata karena ada kesamaan saja. Sama-sama saling mencintai. Justru karena pernikahan menyebabkan mau tidak mau berkumpulnya berbagai macam perbedaan dari masing-masing pasangan, positif atau negatif.

Jika perbedaan itu berupa sesuatu yang positif tentu tidak menjadi masalah. Sebaliknya jika perbedaan itu berupa sesuatu yang negatif tentu harus dicarikan solusinya supaya masing-masing bisa berlapang dada dengan menerima perbedaan, atau bersyukur jika bisa berubah menjadi lebih baik.

Suatu hari saya dimintai pendapat bagaimana cara mengatasi suami pemarah. Sayangnya saya tidak bisa banyak membantu, karena sifat pemarah dari pasangan yang sudah menjadi tabiat itu butuh kerja keras dan ekstra sabar untuk menghilangkannya dari diri pasangan. Saya cuma bisa menyarankan untuk bersabar dan banyak berdoa agar Allah menganugerahi kelembutan hati pada pasangannya😦

Bagaimana dengan permintaan cerai bolehkah? Sepanjang perlakuan suami tidak bisa ditolerir seperti bisa mengancam jiwa dari sang istri maka dibolehkan, seperti dalil yang saya kutipkan ini; Dari Aisyah bahwasanya Habibah binti Sahl dulunya istri Tsabit bin Qois, lalu Tsabit memukulnya hingga patahlah sebagian anggota tubuhnya. Habibah pun mendatangi Rasulullah setelah subuh dan mengadukan kepada Nabi tentang suaminya. Maka Nabi berkata kepada Tsabit, “Ambillah sebagian harta Habibah, dan berpisahlah darinya!” Tsabit berkata, “Apakah dibenarkan hal ini wahai Rasulullah?”, Nabi berkata, “Benar.” Tsabit berkata, “Aku telah memberikan kepadanya mahar berupa dua kebun, dan keduanya berada padanya.” Maka Nabi berkata, “Ambilah kedua kebun tersebut dan berpisahlah dengannya”. (HR Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani). Karena adakalanya kesabaran diri perlu dihentikan ketika menghadapi ulah dzalim seseorang, tapi bukan karena tidak sabar tapi semata-mata untuk memberi pelajaran dan mendidiknya agar tidak semena-mena tanpa alasan yang dibenarkan agama. Etapi, sebelumnya harus ada usaha keras dahulu dari sang istri untuk memperbaiki tabiat pasangannya dengan cara yang bijak entah itu dengan nasihat atau melibatkan pihak ketiga sebagai pemberi nasihat.

Ada suami pemarah, ada juga istri yang pemarah. Kalau istri yang pemarah sebenarnya jauh lebih mudah mengatasi, asal sang suami menghayati benar-benar hadist Rasululloh tentang perempuan berikut : “Berwasiatlah untuk para wanita karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk dan yang paling bengkok dari bagian tulang rusuk adalah bagian atasnya. Jika engkau ingin meluruskan tulang rusuk tersebut maka engkau akan mematahkannya, dan jika engkau membiarkannya maka ia akan tetap bengkok, maka berwasiatlah untuk para wanita” (HR Al-Bukhari III/1212 no 3153 dan V/1987 no 4890 dari hadits Abu Hurairah). Ada ulama yang berpendapat bahwa berwasiat di sini berarti saling menasihati di antara para suami untuk menunaikan hak dan kewajibannya terhadap istri, ada yang berpendapat untuk menasihati diri sendiri, dan pendapat yang terkuat dari ibnu Hajar bahwa wasiat di sini berarti dari Rasulullah untuk para suami agar bersikap lemah lembut terhadap istrinya dan mempergaulinya dengan baik. Tiba-tiba saya teringat tentang kisah sahabat Umar yang diomeli sang istri tapi ia menerima dengan lapang dada dan berusaha mengerti tabiat istrinya.

Bagaimana dengan istri yang dalam marahnya menuntut cerai tanpa ada alasan yang benar, menurut agama? Maka dalam hal ini istrinya yang berdosa jika menuntut cerai. Rasulullah bersabda, “Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga” (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani).

HARAM BAGINYA BAU SYURGA! Semoga Alloh senantiasa memberikan ketenangan dalam rumahtangga kita. Dan para suami banyak-banyaklah berdoa:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Rabbi, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah bagi kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa (QS.Furqan(25):74)

Dan kami para istri akan mengaminkan doa kalian, Aamiin allahumma aamiin.^.^

*Sumber tulisan: kutipan hadist dari berbagai sumber di internet.

Day 14 (hiks, baru bisa posting) #NulisRandom2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s