BENARNYA KAMU?

image

Pinjam gambar dari sini

“Janganlah engkau menilai kebenaran itu karena orangnya, tetapi kenalilah kebenaran itu, maka engkau akan mengenal (siapa) orang yang mengikuti kebenaran.”

Saya lupa mengutip darimana kalimat bijak di atas, hehehe…tapi, saya super setuju dengan kalimat tersebut, mengingat sekarang banyak banget opini, atau kabar berita dan tidak sedikit yang membingungkan, ditambah lagi orang-orang hanya melihat siapa yang menyampaikan bukan apa yang disampaikan. Sebagai muslimah, yang saya yakini adalah Islam sudah punya standar untuk menilai sebuah kebenaran. Yaitu Al Quran dan Sunnah.

Seperti kata Imam Syafi’i: “Setiap orang yang berbicara berdasarkan al-Qur’ân dan Sunnah, maka (ucapan) itu adalah ketentuan yang wajib diikuti. Dan setiap orang yang berbicara tidak berlandaskan kepada al-Qur’ân dan Sunnah, maka (ucapannya) itu adalah kebingungan.”

Eh, saya sok tau banget kelihatannya, padahal sebenarnya sambil menulis sayapun sedang belajar meyakinkan diri sendiri tentang sebuah kebenaran, biar nanti gak asal sharing opini orang karena ngefans sama si penulis🙂

Tapi, banyak juga yang beropini pake ayat-ayat quran sama dalil. Iya sih, dengan begitu kelihatan lebih religius. Wah, semakin deg-degan saya, ohya berikut sebuah hadist yang sumbernya dari sini
Dari ‘Irbâdh bin Sariyah Radhiyallahu anhu Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat mengimani kami shalat subuh. Kemudian beliau menghadap kami (setelah salam) dan memberi nasehat yang sangat dalam; membuat air mata bercucuran, membuat hati bergetar ketakutan. Salah seorang berkata: “Ini bagaikan nasehat perpisahan wahai Rasulullah! Apa wasiat engkau kepada kami?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Aku wasiatkan, dengar dan patuhlah kepada penguasa sekalipun ia seorang budak Habasyi yang cacat. Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang hidup lama setelahku, pasti akan melihat perpecahan yang banyak. Maka berpeganglah kalian dengan sunnahku dan sunnah khulafâ’ ar-râsyidîn al-mahdiyîn. Peganglah erat-erat dan gigitlah dengan geraham. Dah hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara yang baru dalam hal beragama. Karena perkara yang baru dalam hal beragama adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.”

Artinya selain kebenaran merujuk Al Quran dan sunnah Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam, juga berpegang pada amalan sunnah yang dilakukan para sahabat Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam. Tidak memilih-milih sahabat mana yang ingin diikuti, apalagi mengkafirkan sebagian dari mereka karena Rasulullohpun telah menyebutkan bahwa umat terbaik dalam hal pemahaman, pengamalan ilmu dan penyampaian kepada umat itu adalah mereka yang hidup pada generasi beliau yaitu para sahabat, lalu tabi’in, selanjutnya tabi’ut tabi’in.

Etapi kan, hadist palsu juga banyak, belum lagi kita harus taat pada ijma ulama (kesepakatan para ulama). Pikiran itu berseliweran di kepala saya😀 Nah, memang ada baiknya mencari tahu kedudukan sebuah hadist, dhaif(palsu) atau shahih. Untuk perkara taat pada ijma ulama, kembali lagi ke pasal satu, bahwa ijma para ulama itupun harus bersumber dari al quran dan sunnah.

Jangan terlalu dimasukkan di hati tulisan saya ini (eits ini saya berusaha menghindari menuliskan jargon “aku mah apa atuh”) ^.^ Tulisan ini ada sekali lagi untuk meyakinkan diri saya tentang hakikat kebenaran, bukan sekedar ala-ala superhero yang berjargon pembela kebenaran dan keadilan (sudah mulai ngaco :D). Sekalian pelajaran penting agar tidak gampang labil dengan opini (terutama yang berkaitan dengan masalah agama) yang berseliweran karena kehebatan atau kesuksesan tokohnya. Jadi, benarnya kamu bagaimana?

“Al Haqqu min robbika, fala takuu nanna minal mumtariin” (Qs. Al Baqarah (2) : 147)
Allahu a’lamu bishowwab

Sumber tulisan: http://almanhaj.or.id

Kendari, 1 Juni 2015
Tulisan mengawali #NulisRandom2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s