MAHASISWA MAHASISWI CAFE

image
Sumber gambar: http://lensza.co.id/lookbook/10-kafe-terbaik-di-jakarta/

Usianya 20 tahun, pria, dengan dandanan selalu rapi tapi hatinya srigala. Ke kampus bergaya parlente, berganti-ganti mobil, meskipun itu cuma mobil papah. Hobi? Kongkow-kongkow di cafe, sambil menikmati kopi cafe, menghisap rokok, menikmati sejuknya ruangan dengan pendingin buatan, lagu-lagu romantis, dan sesekali matanya mencari perempuan “single on” yang duduk sendiri, bisa digombali, lebih bagus lagi kalau sedikit galau. Status sang pria? Mahasiswa!

Usianya 20 tahun, dengan dandanan modis, cantik, terawat seperti bunga-bunga di kebun mamah. Hobi? Kongkow -kongkow di cafe, pakai duit mamah. Cekakak cekikik cantik, sambil sesekali menggerakkan jemari lentik dengan kuku-kuku terawat berwarna-warni menarik. Berharap ada pria tertarik, menghampiri, lalu mentraktir secangkir kopi. Syukur-syukur menawari mengantar ke mall untuk shopping.  Status? Mahasiswi!

Mahasiswa mahasiswi cafe itu anti demonstrasi! Karena demonstrasi hanya membuat kulit mereka berubah warna, membuat ketiak mereka basah, dan mengubah bau badan mereka menjadi tidak sedap.

Mahasiswa Mahasiswi Cafe. Daripada berteriak-teriak yang kelak membuat suara mereka serak, daripada  menjadi singa di podium, mending berkaraoke di rumah bernyanyi.

Idealisme? Inilah idealisme Mahasiswa Mahasiswi Cafe. Sudah bukan era-nya mahasiswa ala-ala Soe Hok gie, karena sekarang eranya selfie.

Mahasiswa Mahasiswi Cafe. Mungkin ini yang menginspirasi dan meluluhkan mahasiswa mahasiswi yang bukan anak nongkrong cafe, ketika secarik undangan cantik sampai ke meja mereka dengan pesan berisi undangan makan malam gratis di istana. Dan tiba-tiba, terbayang suasana megah ruang makan di istana negara, menu yang tidak pernah singgah di perut mereka sebelumnya, pelayan yang siap melayani dengan jentikan jari saja. Ah, dan habis itu kemungkinan besar dibolehkan selfie dengan presiden. Lalu semua kenikmatan itu melumpuhkan ingatan para mahasiswa mahasiswi (yang bukan anak nongkrong cafe) esok hari untuk berdemonstrasi melengserkan presiden. Tidak jadi demonstrasi? Tetap jadi. Tapi, isinya hanya basa basi. Maaf, idealisme mahasiswa mahasiswi sudah terbeli. Persis sama yang terjadi dengan seorang penyanyi yang terkenal kritis di masa sebelumnya dengan lagu teranyar “Bento” . SOULD OUT!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s