MENJADI TUA

image

Saya pernah merasa takut tua. Takut keriput, beruban, bungkuk ketika berjalan, melemah dan melambat…

Saya pernah merasa takut tua, ketika mendapatkan telpon dari ibu saya yang jauh di pulau seberang sambil berkata, “Ibu kesepian, nak. butuh tempat curhat.”

Saya sempat takut menjadi tua, lalu membayangkan dunia melambat, sepi senyap. Juga khawatir kelak  akan lupa-lupa ingat dengan dunia, atau ingat-ingat lupa dengan akhirat. Na’udzubillah!

Lalu, siang itu sepulang mengambil honor mengajar saya di sekolah, seorang perempuan renta duduk sendiri di depan kantor RW. Lusuh. Tak terurus. Bahkan jari-jari saya tak bisa saya paksakan untuk menjelaskan betapa tak terurusnya ia. Ahhh, pelupuk mata saya basah menghangat.

Tak perlu ada yang saya risaukan. Tidak juga tentang bagaimana saya tua nanti. Karena sesungguhnya ada yang sedang menjalani masa tua, yang sayapun tak berani menjanjikan kapan bisa mendampingi.

Ibu. Maafkan saya. Dan Allah, tolong.. sayangi beliau sebagaimana ia menyayangi saya sejak kecil. Aamiin.

Lalu, kembali pelupuk mata saya basah menghangat.

@Cheitumminyafardain
(Sumber gambar : google)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s