TOMBOL

Aku ingin menjatombol_3ddi tombol, ibu..

Seperti tombol bel yang ketika dipencet akan mengeluarkan wajah teman ibu dari balik pintu.

Atau tombol “Enter” pada keyboard yang akan menjawab semua pertanyaan yang kita tuliskan di google.

Aku selalu takjub dengan tombol, ibu…

Ibu tahu mengapa? Karena semuanya berawal  hanya dengan menekan tombol.

Menekan tombol juga bisa membuat potongan buah menjadi gila dalam blender,

membuat televisi memainkan film kartun kesukaanku

Huruf kecil bisa berubah menjadi besar dengan tombol,

dan ibu bisa menghitung berapa jumlah rupiah belanjaan  ibu dengan sebuah tombol

Menekan tombol membuatku kegirangan, Ibu!

Ibu, tahukah mengapa aku ingin menjadi tombol?

Sederhana, aku ingin berguna.

Kata Ayah, tombol adalah penentu kadang juga penghancur.

Aku tak ingin menjadi tombol penghancur yang ketika dipencet akan menghancurkan sekitarku, tidak!

Aku hanya ingin menjadi tombol yang bisa ibu pencet, lalu membawa ibu kemanapun ingin.

Ketika sekali lagi aku bilang pada ibu, aku ingin menjadi tombol..

Ibu terperanjat dan menghentikan aktivitas menguleknya sedari tadi saat aku berceloteh..

Dibalikkan badannya menghadapku, lalu menasihatiku panjang kali lebar bahwa “tombol” itu tidak baik, bukan fitrah tapi nafsu. Menyerupai lelaki itu dilarang Rasulullah.

Ibu salah bukan tomboy yang kumaksud, tapi tombol!

Ibu diam dari tausiyah yang demikian panjang..

Lalu kita berdua tersenyum, lalu saling memencet tombol di wajah kita

REFRESH!!

@cheitumminyafardain

Juni 2013

9 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s