PRILAKU SOPAN ITU BERAWAL DARI RUMAH

20121220201344026

Assalamualaikum, ananda Takita🙂 apa kabarmu? Semoga selalu ceria dan menginspirasi anak-anak indonesia,ya🙂 Perkenalkan, saya ibu dari tiga anak, dua lelaki; faris(6thn11bln) dais (5thn9bln)  dan putri kecil yang cantik sepertimu, afrin(7bln). Mereka memanggil saya dengan sebutan Ummi. Yang dalam bahasa arab berarti ibu.

Sebenarnya sudah lama saya ingin membalas surat Takita sebelumnya, tapi, baru kesampaian sekarang. Oya, Ummi setuju dengan Takita, bahwa pendidikan terbaik berawal dari rumah/keluarga. Anak ummi yang pertama, Faris tidak bersekolah formal, tapi, ia menjalani pendidikan dasarnya di rumah atau biasa dikenal dengan home education/homeschooling, setelah sempat mengenyam bangku sekolah taman kanak-kanak. Sekarang ia sedang senang banget membaca buku. Setelah membaca, ia akan mengetes orang dewasa di sekitarnya tentang apa yang dia baca. Lho,kok kami yang di tes?😀 Menurut ummi, mungkin dia hanya ingin memastikan ilmu yang ia baca itu benar adanya. Faris senang banget berdiskusi apalagi tentang yang berbau misteri, semisal alien, bigfoot, atau tentang binatang-binatang. Kami berdiskusi dimana saja, kapan saja. Sambil jalan menjemput adiknya pulang sekolah, sambil menemani saya masak, atau sambil menemani saya memijat adik bayinya. Ummi berusaha melayani keingintahuannya entah itu dengan menemaninya mencari di internet, di buku, kecuali…hehehe, ummi lagi sakit kepala :p Ummi juga suka bercerita kepada anak-anak Ummi sebelum bobo siang. Ceritanya macam-macam, cerita yang paling mereka senangi adalah “superhero bawah kasur”. C eritanya tentang sebuah dunia bawah kasur yang dihuni superhero-superhero yang sholeh-sholeh dan suka menolong, dan faris dais paling senang kalau mereka dimsukkan dalam cerita karangan Ummi😀 Seru pokoknya! Eh, tapi beberapa bulan ini, Ummi gak pernah nyeritain mereka lagi…ah perhatian Ummi sedikit tersita pada bayi perempuan Ummi yang baru tujuh bulan. Lagian Faris Dais sekarang lagi seneng-senengnya membaca buku sebelum tidur. Tapi, nanti Ummi akan mulai bercerita lagi kepada mereka.

Ummi senang ketika membaca surat Takita bahwa Takita  itu anak yang sopan. Kesopanan dan etika saat ini adalah sesuatu yang langka, Takita. Banyak orangtua yang lebih memprioritaskan prestasi anak di sekolah ketimbang memperbaiki prilaku mereka untuk jadi teladan anak-anak mereka. Ada yang membuat Ummi miris ketika melihat di sekitar, tentang prilaku kurang sopan anak atau orang yang lebih muda kepada orang yang lebih dewasa atau lebih tua. Orangtua Ummi dulu waktu kecil cukup keras untuk prilaku sopan atau etika. Kita gak boleh duduk di atas kursi kalau orangtua duduk di lantai. Atau kita tidak boleh bertamu dengan berteriak memanggil empunya rumah dari luar pagar. Hal kecil seperti ini sudah jarang Ummi temui di luar sana. Ummi pernah merasakan sendiri bagaimana anak usia SD yang naik sepeda di belakang Ummi dan bukannya bilang permisi mau lewat, tapi malah memaki Ummi. Antara kesal dan sedih :(  Sebenarnya bukan sepenuhnya salah anak,kan Takita? Tapi, salah orang dewasa di sekitarnya yang tidak memberikan teladan kepada anaknya. Prilaku seorang anak mencerminkan prilaku orangtuanya atau orang dewasa disekitarnya. Ummi berusaha menanamkan nilai-nilai etika dan kesopanan pada anak-anak Ummi. Contoh sederhananya membiasakan empat kata  ajaib ketika berhubungan dengan orang. Kata-kata itu adalah tolong, terimakasih, permisi, dan maaf.  Ternyata ketika menerapkan itu gak bisa kayak “mie instan” yang bisa langsung jadi, lho. Sekali lagi butuh teladan dan pembiasaan. Teladan bermula dari kami orangtuanya, pembiasaan seperti kata pepatah, ala bisa karena biasa. Anak-anak Ummi itu kritis-kritis. Mereka suka bertanya kenapa ini atau kenapa itu, dan ketika mereka bertanya “Mengapa sih, kita harus sopan ke orang lain?” Jawaban Ummi, karena kita tidak hidup sendiri di bumi, Rasulullah pun memberi contoh bagaimana bersikap sopan pada yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Dan Allah akan tambah sayang kepada anak yang berprilaku baik pada orang lain.

Ummi inginnya semua anak Indonesia mengenal Takita. Takita harus jadi inspirasi untuk anak-anak Indonesia, yah. Mimpi Ummi adalah kelak anak-anak Indonesia tidak hanya terkenal kecerdasannya tapi juga akhlaknya yang baik, dan semuanya harus dimulai dari keluarga di rumah. Ok, Takita, sudah malam, nih. Sekian dulu surat dari Ummi, salam untuk Ibu dan ayah Takita.

Peluk Cium,

cheitumminyafardain

“Posting ini diikutkan Program Keluargaku Pendidikanku oleh Takita dan BlogFam”

2 comments

  1. Assalamuallaikum Wr. Wb.
    Ummi Faris yg shalihat, saya sgt senang membaca blog anda. Saya tahu blog anda dr Takita. Tampilan blog anda enak dilihat, isinya berbobot dan banyak memberi pencerahan ttg keluarga yg sakinah. Adeeeeeem deh baca blognya Ummi Faris. Saya juga suka nulis blog tp angin2an. Pdhl banyak yg ingin saya sharingkan lewat tulisan2 di blog saya. Smg saya bisa jd penulis blog yg produktif spt Ummi Faris.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s