EVALUASI HOMESCHOOL FARIS SATU SEMESTER

image

Gak kerasa ya,udah enam bulan Faris belajar di rumah. Tiga bulan pertama masih sempet nulis evaluasi dan pencapaiannya. Eh,pas habis lahiran terbengkalai semuanya. Tidak bermaksud nyalahin lahiran ya,mungkin manajemen waktu saya saja yang agak kacau, become a homeschool mom memang tak mudah, tapi tak apa. Saya menikmati setiap prosesnya dan selalu mengevaluasi niat. Bukankah innamal a’malu binniyat? Setiap amalan bergantung pada niat. Maka, saya tidak ingin amalan saya berujung sia-sia ketika hanya berharap pujian orang. Maka saya akan selalu mengingatkan diri saya selalu,bahwa meng-homeschool-kan anak kami semata-mata karena Allah,yah, harus karena Allah. Namanya juga niat terkadang benar di awal dan akan berbelok ketika dibenturkan dengan dunia, lalu dapat diluruskan jika disadari pelakunya.

Enam bulan pertama tanpa jadwal tertulis tetap dan kurikulum. Belajar Faris (6y8m) dari apa yang ingin ia ketahui. Dan tidak semuanya sempat saya dokumentasikan di blog. Ada yang diunggah ke FB berupa foto saja. Faris mengawali belajarnya dengan mengaji pagi hari dengan saya dimulai hari senin sampai jumat. Sedang jika libur, ngajarin ngaji giliran abi. Mengaji adalah mata pelajaran inti dan wajib dalam sehari. Sekarang faris masih iqro’ 5 halaman ebta. Kami tidak mengejar cepat selesai baca iqro’nya, sesuai dengan kecepatan belajar faris saja, biar lambat asal benar, supaya ketika baca Al Quran tidak salah-salah lagi makhroj huruf, panjang pendek bacaan, dsb. Untuk hafalan Al Quran, karena kemarin ia masuk TKIT yang ada hafalan surahnya juga, meski cuma surah-surah pendek, di rumah kami ulangi lagi sambil membaca terjemahannya, membahas surahnya, mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti keutamaan ayat kursi. Baru ada beberapa surah yang ia hafal al fatihah,al ikhlas,an nas, al falaq,an nashr,al lahab,al adiyat,al ashr,dan target hafalan surah an naba-nya sudah sampai 23 ayat, Alhamdulillah. Evaluasinya untuk saya saja, bahwa harus lebih konsisten lagi mendampingi murojaah,kalau sibuk suka saya kasih handphone untuk mutar mp3 hafalannya, saya juga harus sering-sering upgrade hafalan juga soalnya malu kalau keduluan Faris. Motto kami adalah fastabiqul khairot, berlomba-lomba dalam kebaikan🙂

Tiga bulan pertama untuk menulis dan membaca ia tidak ingin. Padahal membaca dan menulis sudah bisa dan diajarkan di  TK nya dulu. Tidak saya paksakan. Setiap materi bacaan saya yang bacakan. Sesuai dengan gaya belajarnya yang khinestetik,maka saya biarkan dia bergerak ke sana kemari sambil saya bacakan dengan suara keras. Alhamdulillah, tiga bulan terakhir, sedikit-sedikit ia sudah mau menggunakan “kemampuan” membacanya,tapi kadang masih membaca terburu-buru. Jadi, kadang ada kata yang salah baca. Nah, bulan lalu karena berhasil menghafal ayat kursi, sama abi diajak ke toko buku dan faris boleh beli buku yang ia suka. Tadinya, ia mau beli buku komik marvels, karena gak ketemu, akhirnya ia pilih beli buku edukomik “3 menit belajar ilmu pengetahuan”. Sempat dianggurin beberapa minggu, eh kemarin dengerin dia cekikikan,ternyata lagi baca buku itu😀 Kesimpulan, santai saja jika anak kita belum ingin belajar baca, ada saatnya mereka bisa kita ajarkan membaca, yaitu di saat mereka benar-benar siap. Takutnya seperti faris yang awalnya mungkin ia belum siap, tapi karena tuntutan di sekolahnya dulu, akhirnya sempat stress dengan kegiatan membaca dan menulis. Kalau dinilai lewat “kacamata” saya sampai hari kemarin, kemajuan faris dalam hal membaca sudah mencapai 90 %. Ia juga sudah bisa menceritakan kembali 70 % dari apa yang ia baca. Bagaimana dengan kegiatan menulis? Ini dia yang kemajuannya cuma 10 %, yaitu gak ada lagi huruf yang terbalik kalau ia diminta menuliskan. Sisanya ia gak mau menulis. Titik!😀 Belakangan saya tahu kalau ia terintimidasi dengan tulisan saya yang bagus😀 santai saja,nak🙂

Bagaimana dengan pengenalan angka dan berhitung? Mirip-mirip membaca, berkembang sesuai usianya. Lulus TK kemarin angka 9 dan 6 bentuknya masih terbolak-balik, Alhamdulillah, sekarang tidak ada lagi. Menghitung sampai dengan 100 sudah bisa,tapi saya kasih nilai evaluasi 99% soalnya masih bingung dia menghitung dari 99 ke 100..hehehe, saya juga jadi bingung deh. Selama bersekolah rumah, yang ia pelajari konsep “lebih banyak” dan “lebih sedikit” berkembang 100%, penjumlahan sampai dua angka 100%, pengurangan 90 %, konsep perkalian 85 %, untuk pembagian ia baru belajar konsepnya dulu, herannya untuk matematika dalam bentuk soal cerita malah lebih mudah nangkapnya ketimbang berupa angka saja. Kami selalu bilang ke faris kalau belajar matematika itu bukan dihafal, tapi mengerti konsepnya. Ketika teman-temannya datang sambil menunjukkan kemampuan hafalan perkaliannya, begitu diminta menjelaskan hasilnya dapat darimana, mereka tidak mampu menjawab. Selain itu, faris juga mulai belajar nilai uang, karena sebelumnya nggak dibiasakan jajan, jadi baru belajar jumlah kembalian uang dengan diminta belanja ke warung, pulang dari warung saya jelasin deh hasil belanjaannya, atau kami belajar sambil bermain jual jualan, menghitung sambil makan kacang atau permen chacha. Yah, sekali lagi santai saja..kalau belajar sambil main bisa makan waktu 45 menit, kalau belajar di depan whiteboard maksimal 15 menit saja.

Bagaimana dengan sains? Belajar sains adalah pelajaran yang menyenangkan, ia bisa belajar sambil main. Belajar air sambil main air, belajar api sambil bakar-bakaran lilin, belajar laron/rayap sambil mengamati laron yang mengitari lampu, belajar laba-laba sambil bikin lapbooknya, belajar tentang gunung, angin, kuman, planet, daur hidup kodok, semuanya berdasarkan keingintahuannya.

Bahasa Indonesia? Hemh, faris juga belajar lho. Ia paling senang kalau pribahasa dari sebuah cerita. Sejauh ini ada tiga pribahasa yang sudah ia pelajari; bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, lempar batu sembunyi tangan, ada udang di balik batu.

Untuk Olahraga, ia masuk klub basket, Alhamdulillah sudah masuk bulan ke lima. Dua bulan pertama belum nyampe masukin bola ke keranjang, dua bulan terakhir ia pulang dengan bersorak “ummi!!!aku hadiahin ummi satu point!!!” rekor pernah sehari ia bisa sampai 7 point. Total selama 4 bulan latihan baru 15 point yang ia kumpulkan..hehehe…slow down baby🙂

Selain basket kegiatan luarnya adalah les bahasa Inggris, dua kali seminggu dijemput ojek langganan. Vocabularies-nya lumayan 95% dari bahan ajar yang saya lihat, pengucapannya 95 %, mengerti percakapan 90 %. Nah, conversationnya yang masih 15 %, kalau ini sih orangtuanya yang harus membiasakan bercakap-cakap dengan bahasa inggris di rumah. Kadang saya mesti nenteng-nenteng kamus, maklum gak gaul sama bule..hehehe.

Sosialisasi? Gak ada masalah, ia bisa bergaul dengan sebaya juga yang usianya jauh di atasnya. Kalau saya kedatangan tamu, terus saya lagi gak ada, ia sudah bisa nemenin tamu ngobrol,hehehe. Dan kami sedang pembiasaan pada kata tolong, terimakasih, maaf dan permisi.

Jangan kira karena homeschool maka faris tidak merasakan dibully, di tempat latihan basket terkadang ia pulang sambil merengut dan bercerita perutnya kena pukul temannya yang gak mau berbagi bola. Saya hanya mengajarkan bagaimana “melawan” tanpa kekerasan dan menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa saya ikut campur, dengan catatan selama masih dalam batas kewajaran. Nanti saya buat tulisan untuk tema satu ini.

Alaa kulli hal, evaluasi keseluruhan adalah untuk saya as a homeschool mom,meningkatkan kesabaran, menikmati perkembangan faris, tidak terintimidasi dengan kehidupan keluarga lain, fokus pada kebutuhan belajar faris, dan berdasarkan diskusi dengan suami, semester kedua ini, kami akan mulai menyusun kembali jadwal teratur tapi tetap fleksibel untuk belajar faris. Semangat!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s