CINTA DAN ROMANTISMENYA

image

Cinta dan romantisme. Saya bukan akan membuat resensi film Habibi-Ainun. Jauh dari itu.Hanya sedikit catatan kecil tentang dua kata yang saya tulis di awal tulisan. Cinta milik siapa saja tanpa terkecuali,tapi romantismenya SEHARUSNYA milik mereka yang sudah terikat kehalalan ikatan. Eits,jangan marah pada saya. Setiap orang bebas berpendapat bukan? Peace :p

Setiap pasangan yang telah terikat pernikahan diwajibkan beromantis ria satu sama lain. Mengapa? Supaya pasangan semakin cinta. Karena berumahtangga tanpa cinta seperti sayur tanpa garam (halah!!itu mah masakan saya kadang-kadang). Nah, setiap rumahtangga beda-beda mengartikan “romantis”. Seperti saya yang kata abi kurang romantis, padahal menurut saya wajah saya sudah cukup mewakili romantis😀 *Baiklah mari kita belajar lagi untuk yang satu itu “romantis”.

Pernikahan tanpa cinta pernah terjadi di zaman Rasulullah. Seorang wanita bernama Habibah yang menikah dengan seorang lelaki pilihan orangtuanya bernama Tsabit bin Qois,lelaki yang bagus keimanannya namun tidak dengan rupanya. Habibah lalu menghadap Rasulullah dan mengadukan kegalauannya yang tidak bisa mencintai Tsabit, suaminya. Rasulullah lalu memberikan jalan keluar jika Habibah sudah benar-benar tidak bisa menumbuhkan rasa cintanya, bersediakah Habibah mengembalikan kebun pemberian Tsabit, dan Habibah menyanggupi. Lalu, Rasulullah meminta Tsabit mengambil kebun itu kembali. Itulah akhirnya yang menjadi khulu’ (gugatan cerai istri terhadap suami) pertama dalam sejarah hukum Islam. Jadi, cinta itu penting sodara-sodara dalam sebuah mahligai rumahtangga.

Lalu bagaimana dengan Romantis? Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam adalah lelaki paling romantis pada istrinya. Mulai dari panggilan sayang “humairah” artinya pipi yang kemerahan, menyediakan lututnya untuk dipijak istri naik ke unta tunggangan, lalu sejenak perhatikan hadist berikut, Dari ‘Aisyah Radhiallaahu ‘anha,
“ Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mencium istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu.” (HR Ahmad)
Belum lagi kisah berdua Aisyah ra. balapan lari, dan Rasulullah membiarkan Aisyah mengalahkan beliau, hal itu dilakukan semata-mata menyenangkan hati istri.
Romantis bukan ? :,) Ehm,kita stop saja dulu romantisme antar pasangan suami istri, khawatir ada yang kepengen tapi belum dipertemukan jodohnya.

Beberapa waktu yang lalu, tergelitik saya membaca status seorang teman FB. Jadi, ia menulis tentang kelakuan sepasang remaja berseragam putih abu-abu yang saling menyebut dengan panggilan “mama” dan “papah” tanpa canggung. Hemh, entah habis dikasih makan apa mereka hingga berani beromantis ria di depan umum. Saya tidak habis pikir, mungkin itu semacam trend yang kebablasan. Atau romantisme yang keblinger. Mungkin zaman yang semakin edan, atau moral anak-anak kita yang semakin menipis. Ketika di supermaket diperjualbelikan paket cokelat dan alat kontrasepsi, tingkat persentasi remaja yang melakukan seks bebas meningkat di kota besar, belum lagi berita bayi dibuang hasil aborsi. Dimana kita para orangtua berada ketika itu terjadi? Yah, begitulah syaithon berulah. Mengemas cantik sebuah hubungan pranikah dengan sangat cantik,apik. Tapi, tahukah? Kelak ia akan lepas tanggungjawab setelah tujuannya tercapai. Maksiati Allah!

Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan sang Khalik,itu sudah pasti. Seorang suami akan dimintai pertanggungjawaban atas diri,istri, rumahtangga dan anak-anaknya, seorang istri akan dimintai pertanggungjawaban atas diri,rumahtangga dan anak-anaknya, seorang anak yang sudah aqil baligh pun harus bertanggungjawab atas diri dan masa mudanya kelak.

Alaa kulli hal, silahkan mencintai dan beromantis ria asalkan romantis yang bertanggungjawab, dengan pasangan yang legal🙂

@cheitumminyafardain

*Jakarta sore,ketika sepasang ondel-ondel dan rombongannya melintas mesra di depan rumah.

Sumber gambar: http://jakartadailyphoto.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s