KETIKA FARIS TAK INGIN MEMBACA DAN MENULIS

image

Kadang dalam keseharian homeschooling kami, Faris lebih memilih dibacakan cerita daripada menjawab pertanyaan saya, “mau belajar apa kita hari ini?” Sebenarnya ia sudah bisa baca dan menulis, tapi gak tau kenapa anaknya gak suka tuh diminta membaca bukunya sendiri, apalagi menulis. Ah,mungkin kemarin karena terlalu dini diajarkan membaca dan menulis di TK kali,ya. Tapi,ia sangat senang kalau dibacain buku. Masih ingat waktu usianya empat tahun gara-gara tiap malam dibacain buku tentang dinosaurus,eh dia malah hafal teks di buku itu, sama persis! padahal waktu itu belum bisa bacanya.

Buku yang dipilih Faris judulnya “Dahsyatnya jujur”, lalu ia saya minta memilih subjudul di daftar isi dan membuka sendiri halaman berdasarkan yang ia inginkan,lalu saya mulai menjalankan tugas membacakan ceritanya. Ia memilih cerita berjudul “Dialah Yang Mencuri Aku”. Kisah tentang seorang pencuri yang ingin mencuri di rumah seorang bernama Malik bin Dinar, namun ternyata di dalam ia tidak bisa menemukan sesuatu yang bisa dicuri, malah menemukan sang empunya rumah baru saja selesai sholat malam. Singkat cerita akhirnya sang empunya rumah memberikan seember air dan meminta si pencuri berwudhu lalu sholat dua rakaat. Dari situlah dimulai pertobatan sang pencuri.

Setelah dibacakan cerita, lalu kami menarik kesimpulan dan meminta Faris menuliskan di papan tulis beberapa kata yang ia ingat dari cerita tadi. Seperti yang saya bilang, si Faris suka tiba-tiba gak mood kalau disodorin kertas ma pensil,spidol,atau pulpen untuk nulis. Tapi,ketika saya tawarkan menggambarkan kata yang ia dapatkan dari cerita tersebut, ia setuju, dengan catatan, lagi-lagi saya yang harus menuliskan katanya. Ok,tak apa…saya hanya ingin melihat seberapa jauh ingatannya tentang cerita barusan dan menuangkan dalam sebuah gambar, dan hasilnya, wow! Ketika ia meminta saya menuliskan kata “pencuri”, lantas ia menggambarkan sosok pencuri dengan topeng penutup mata, ketika saya bilang, “kok, gak pakai baju garis2 hitam putih aja?” Jawabnya, ” kalau bajunya kayak gitu artinya ia sudah ditangkap polisi dan masuk penjara.” sedang dalam cerita tidak ada adegan itu. Dan saya tercengang!!

Hehe, benar perkataan bahwa anak seperti kumpulan kupu-kupu di taman, kadang ada yang bisa terbang tinggi ada yang cuma bisa terbang rendah, bahwa setiap anak punya.keistimewaan sendiri-sendiri, maka stop membandingkan mereka dengan anak lain. *ketok-ketok kepala sendiri, menyadarkan🙂

@cheitumminyafardaIN

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s