ISTRI YANG SELALU LUPA TANGGAL PERNIKAHANNYA

Saya tak hendak ngefiksi, begitu juga judul di atas bukan judul cerita khayalan saya…Rasanya masih ingat saya proses pertemuan saya dengan abufardais, berawal dari sebuah proposal kegiatan kampus yang bertema Semarak Ramadhan Teknik ketika masih kuliah dulu,yang saya bawa ke kantor tempat abufardais bekerja…yaah…saya datang minta “sumbangan”, sama Allah malah diberi plus jodoh…hehehe…Semuanya rasanya serba singkat, hanya tiga bulan mengenal saya, abufardais lalu meminta kesediaan saya di telpon waktu itu untuk dilamar lewat ibu bapak saya…dan saya butuh (kalo tidak salah ingat) satu minggu untuk beristikharah..Ketika akhirnya kemudian saya meng”iya”kan diawali dengan nama Allah…lalu datanglah beliau seorang diri, karena seorang perantau, dan keluarga besarnya sebagian besar di bandung, hingga sama bapak saya kemudian diminta bawa perwakilan…Kemudian ia datang lagi beberapa hari kemudian dengan seorang teman kantornya…Eh,karena pertemuan dan prosesnya ta’arufnya yang singkat,maka cerita saya yang manis itu pun saya persingkat saja,ya…hehehe..singkat cerita, yang jelas saya ingat sewaktu proses ta’aruf saya ngomong ke calon suami saya waktu itu bahwa saya itu orangnya pemarah dan nggak pandai masak…hehehe…tidak bermaksud “membanting harga”, tapi, saya hanya tak ingin calon suami saya itu hanya terpesona dengan saya,hingga lupa bahwa saya juga punya banyak kekurangan …hehehe…hadduh!!!!*tiba-tiba peralatan masak di dapur berjatuhan*

Sekali lagi, singkat cerita, setelah mengguncang langit dengan mitsaqan ghalizahnya, dan menerbitkan sebuah mahakarya berupa “buku nikah”…. kami pun mulai menjalani proses adaptasi yang penuh dengan gejolak…yah, saya bilang dari awal saya suka marah, mungkin tepatnya suka ngambek…saya masih ingat bagaimana saya ngambek dan tak ingin pulang bersamanya hanya karena persoalan hujan yang di tempat saya menunggunya menjemput tidak turun,sedang ia menunggu hujan reda dulu baru menjemput saya..hehehe.., atau ngambek karena cemburu,lalu semua penjelasannya tak masuk kepala saya, karena saya sibuk dengan rasa cemburu saya…Hemh, syukurnya dia tau cara membuat saya tersenyum lagi😉

Untuk soal masak memasak, saya selalu percaya bahwa dimana ada kemauan pasti ada jalan, dimana ada dapur pasti ada saya…dan sambil sesekali  jika gagal, dimana ada warteg pasti saya pun ada di sana.hehehe..belum lagi sifat pelupa saya…yang membayang-bayangi pernikahan kami…mungkin tidak terlalu parah, tapi, terkadang cukup mengganggu, khususnya lupa pada tanggal pernikahan kami, dan tahun kelahiran abufardais….jadi,kalo disuruh ngisi data suka kecoret-coret dulu angkanya hingga bertemu dengan angka yang benar..tapi, saya sudah bertekad kok, seperti tekad saya untuk meningkatkan kemampuan memasak saya, saya pun akan meningkatkan daya ingat saya akan tanggal pernikahan dan tahun kelahiran suami saya yang tercinta itu…kami menikah tanggal 7 Mei 2005…,yup, genap tujuh tahun lalu, dan saya bertekad dengan menuliskannya di blog, saya tidak akan salah lagi, dan mengira menikahnya tanggal 5..hehe…seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bahwa tak ada rumah tangga yang adem ayem saja sepanjang perjalanannya, bahwa sebuah sampan pun butuh riak supaya bisa bergerak, dan begitupun rumah tangga butuh ujian untuk bergerak mendewasakan keduanya, suami dan istri…Yang terpenting adalah kemana kaki kita akan dilangkahkan ketika ujian Allah atas rumah tangga kita menerpa, bukan ke mall atau pusat perbelanjaan, bukan….Allah adalah satu-satunya tempat kita berlari, dan kami selalu percaya itu. Dan satu-satunya model rumahtangga acuan kami adalah rumah tangga Rasulullah…itu saja sudah cukup!

Alhamdulillah, Allah telah menitipkan hampir tiga anak untuk kami didik menjadi hamba yang selalu taat padaNya, Faris (yang 31 mei nanti genap 6 tahun), Dais (4 tahun sembilan bulan), dan satu lagi calon ade’ bayi yang masih di perut saya…Semoga Allah memberikan kami kesabaran,pertolongan di saat sulit, dalam perjalanan kami mendidik mereka..aamiin..

Thanks full and a lot of love for my hubby, abufardais….selalu bersyukur dan merasa beruntung…to be your wife🙂

@cheitumminyafardais

11 comments

  1. di keluarga kami, sejak kecil saya tak pernah mengenal yang namanya ulang tahun, ngucapin ultah, dan seterusnya; setelah menikah, keluarga istri saya sudah terbiasa saling mengucapkan ultah bila ada salah satu keluarga yang ultah; wow…, akhirnya saya menyimpan pengingat di HP hari lahir istri saya, jangan sampe lupa….

    wah, selamat ya…. semoga senantiasa bahagia….

  2. Alhmdulillah,sdh jalan 7 thn ya che,plus 3 anak yg manis2..:)smg sll dberkahi keluarga kecilnya..*sukaa skl tulisan dirimu yg ini,terutama soal suka ngambek..hoho,itu diriku skl;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s