SEBUAH KEPUTUSAN

image

Buka…tidak…buka…tidak…buka…tidak… Pilihanku selalu berhenti di situ. Yah, di situ. Dari semua metode untuk memilih hanya satu yang memberi pilihan “buka”…itu pun membeo sang tokek yang menempel di kuda-kuda atap sekian lama. Entah bisikan syaithon darimana, tapi sudah jelas asalnya kegilaan ini.
“Yakin dengan pikiranmu?” Danya menatapku lekat, seolah menginterogasi isi kepalaku.
“Mungkin ini hanya lintasan pikiran dari kejenuhanku, akupun tak yakin, Nya.”
Kami berdua lantas terdiam.
“Salahkah,Nya?” Danya seperti berpikir keras menjawabku, saking kerasnya ia tak menjawab apapun selain bergumam, “Hatimu lebih tahu,Nil..hatimu lebih tahu.”

****

Mungkin benar, begitu mudah mendeteksi efek sebuah prilaku, buruk atau baik….tinggal merasakan di hati, membuatnya gelisah kah? Atau justru berbunga-bunga. Dan kau tahu yang kurasa? Gelisah berbunga-bunga? Haaa?Apaa?!?!! Mungkin ada yang salah, mungkin di hati itu sendiri. Hingga tak tahan, dan kukomunikasikan lagi pada sahabatku Danya, ini yang kedua kali….
“Alasanmu?” Lagi-lagi Danya bertanya.
“Aku hanya ingin ada yang smsin aku, nelpon aku setiap sebelum tidur, mengucap aku sayang padamu…mentraktirku, mengajakku keluar setiap malam minggu….”
“Membohongimu, meminta pulsa padamu, menyakitimu, mencampakkanmu…itu pun bisa saja terjadi…Bersabarlah, Nil…kau akan mendapatkannya nanti, tentu dengan bingkai yang lebih indah..asal kau mau bersabar.” Kali ini aku yang terdiam lama. Jariku mengetuk- ngetuk meja..pelan..dan semakin keras ketika merasa bahwa yang barusan dibicarakan Danya adalah pengalaman dirinya sendiri sebelum insyaf…lantas anganku melompat pada  Joni, lelaki yang meminta jawaban dalam tiga kali dua puluh empat jam.

*****

“Ayolah, Nil..buka hatimu, bukalah sedikit untukku..” Tiba-tiba saja aku pernah mendengar untaian kata  Joni barusan..di mana ya? Selagi aku sedang berpikir keras, tiba-tiba saja tangannya meraih tanganku, membuatku tersentak dan menyepaknya…eh, menyentakkan tangannya..jika boleh ingin rasanya menyentakkannya sejauh sekian radius kilometer. Berani beraninya menyentuhku sebelum janur kuning melengkung. Memang dia memintaku menikahinya? Tidak! Ia hanya minta aku jadi pacarnya. That’s it! Lalu mengapa ia berani menyentuhku?! Spontan seseorang dalam benakku menjawab, “Karena kau biarkan ia mengajak pihak ke tiga menemuimu…syaithon! Enyah!” Aku lantas berlari, meninggalkan Joni tanpa kata, menembus angin yang tiba-tiba berhembus kencang, menjelma menjadi badai di kepalaku. Aku tahu Joni mengejarku, berteriak-teriak memanggilku, melambai-lambai…..”Nilaaaaa….sepatumu ketinggalaaaaan!!” Ahhh…cerita apa ini? Cinderella? Haruskah ku berbalik mengambil kembali sepatuku….Badai besar kembali menerpa kepalaku…kuputuskan tetap berlari…dan jilbab lebarku melambai-lambai..

******

Di beranda rumahku, ketika Danya sahabatku datang menemuiku hari itu.
” Nya, aku putuskan membukanya.” Pengakuan ini kubuat dengan menahan gejolak di hati.
” Apaa!!!??!”
” Maaf, Nya…ini pilihanku.”
” What?!!!”
” Aku tak bisa menahan,Nya..”
” Astagfirullah!!!Ouh,God!!”
” Aku berpikir daripada membuka hati untuk pria yang tak jelas, lebih baik aku membuka gerai pulsa, oya, ntar sore grand launchingnya, ada hadiah utama bagi pembeli pulsa pertama..datang ya.”
“Haaa?!! Buka apa?!”
“Gerai pulsa,Nya…masalah hatiku, aku menunggu pria yang tepat untuk kubuka.” Aku menjawab mantap. Entah mengapa bibir Danya bergetar hebat,  hidungnya kelihatan kembang kempis, lalu dia memelukku keras, hingga rasanya tak mampu bernafas. Sambil bergumam…”I’m proud of you, Nil! Sungguh! Keputusanmu ini mempengaruhi hidupmu ke depan.” Tangannya menepuk-nepuk punggungku, juga keras. Terasa pundakku menghangat. Aahh…Danya, sahabatku….ekspresimu terlalu berlebih!

Jakarta, 4 Januari 2012
Fiksi yang lebay yaaa :p
@cheitumminyafardais

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s