ANAK TUMBUH,RUMAH TUMBUH

image

Anak hidup dengan bermain, maka butuh ruang gerak seiring dengan usianya. Orangtua punya tanggung jawab untuk menyediakan ruang belajar atau bermain yang tepat dan aman untuk mereka. Bagi anda yang memang menyiapkan rumah untuk tumbuh, terutama bagi kepentingan sang anak, yuk, kita siapkan apa saja untuk menyiapkan rumah tumbuh.

Secara arsitektural, rumah tumbuh berarti bangunan yang bisa mengalami penambahan ruang dan berkembang sesuai fungsinya, sesuai dengan namanya, “rumah tumbuh” maka pembangunannya pun tak sekaligus tapi bertahap. Tahap pertama, ruangan dan isi sesuai kebutuhan. Tahap kedua, membangun ruang sesuai kebutuhan khusus sang anggota keluarga, misalnya ruang bermain untuk anak atau ruang belajar.

Jika kita tipikal orang yang penuh dengan perencanaan, ada baiknya sebelum kita membangun, kita siapkan atau rencanakan dulu dari awal. Lebih bagus lagi jika konsep rumah tumbuh ada sebelum membangun tahapan pertama. Sayang bukan, jika terlalu banyak ruang atau bagian bangunan yang mesti dibongkar karena perencanaan yang kurang matang. Sebelum saya berputar-putar di tempat,hehheehe….langsung,yuk…apa saja yang harus kita siapkan untuk rumah tumbuh:

1. Arah tumbuh ke atas boleeeeh….ke samping pun boleeeh…asal lahannya cukup.

2. Rencanakan dari awal, kalau perlu sebelum menikah, atau sebelum menemukan pasangan, hehehe biar kalau ketemu pasangan tinggal mengajukan proposal permohonan dana :p

3. Karena perencanaan dari awal, maka pastikan struktur bangunan awal cukup kuat, yaaa dialah pondasi, terutama untuk menyangga bangunan lantai dua.

4. Kalau anda tak mampu merancang sendiri, sehingga timbul konflik dengan pasangan, segera hubungi jasa arsitek untuk menengahi, minimal mendengarkan curhat anda akan angan-angan terhadap ruang nanti (*pasang kuda-kuda, saya mulai berlebihan😉 )

5. Sesuaikan desain interior dengan ukuran furniture di ruang bermain anak dengan usianya. Lucu juga jika menyatukan ruang belajar dan bermain, selain multifungsi, efisiensi ruang pun tercapai.

6. Fungsi ruang bisa dirubah tanpa merubah arsitekturnya. Misalnya ruang yang tadinya ruang bermain anak karena anak beranjak dewasa dan tak membutuhkan ruang bermain lagi maka dapat diganti menjadi ruang perpustakaan anak atau ruang belajar.

7. Rumah tumbuh juga dapat memiliki estetika dan mengakomodasi minat ortu. Misal penyediaan ruang khusus pengajian, musholla, taman untuk bercocok hidung eh..bercocok tanaman, ruang untuk display koleksi berlian…hehehehe…*lebay stadium dua menyerang :p

8. Sesuaikan budget, jangan besar pasak daripada tiang, besar tiang daripada rumah, besar pondasi dari pada galiannya, besar rumah daripada pemiliknya…yaak…jangan mengeluarkan bermilyar untuk hanya membangun sebuah kamar mandi mewah…*eh…yang ini pernah dengar di mana yaa???

9. Setelah semua perencanaan mantap, ajarkan anak konsep teritori, Alhamdulillah islampun mengatur masalah teritori anak dan orangtua. Bahwa seorang anak tak boleh masuk tanpa izin ke kamar orangtuanya di tiga waktu pribadi, setelah isya, sebelum shubuh dan selepas dhuhur.

Sekian dulu..semoga manfaat😉

Jakarta, 6 Januari 2012
@cheitumminyafardais

Sumber tulisan: Majalah ayahbunda, edisi no.09, 03-16 Mei 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s