INGIN ANAK GEMAR SHOLAT?

image

Saya mesti memutar otak untuk menghadapi Faris yang mulai “menolak” ketika diajak sholat, padahal dulu di usianya di bawah empat tahun, ia paling rajin sholat, tanpa diiming-imingi reward apapun. Alasannya adalah bosan dan capek….Maka saya memberi variasi hadiah, ketika ia melakukan sholat. Hadiah tidak hanya berbentuk materi, terkadang pujian, bahwa kami bangga punya anak yang sholeh sepertinya. Atau saya ceritakan keindahan syurga dan sholat lah yang pertama diperiksa untuk bisa masuk ke sana. Tapi, metode saya terkadang ada kadaluarsanya, maka saya mencari sebuah referensi agar jika kadaluarsa saya bisa mengatasinya😉 Ini diaaaaa…..

1. Orang tua harus kompak dalam memberi hukuman, menjatuhkan hukuman harus disepakati berdua, terkadang yang mengeksekusi harus bergantian tanpa membuat anak merasa salah satu orangtua tak senang padanya.

2. Di masa pertumbuhan anak, susunan sarafnya belum sempurna, maka jangan menghukumnya karena perbuatannya yang tak ia sengaja, misal ia berlari di masjid dan menabrak kotak amal yang terbuat dari kaca dan pecah…Sebaliknya motivasi dan maafkan, serta berikan pemahaman sesuai kemampuannya.

3. Ortu dilarang keras melakukan perkara yang dilarangkan kepada anak. Kalau kita melarangnya nonton televisi di waktu masuk maghrib, kita pun harus taat pada aturan yang kita buat, sebab jika tidak, akan menyebabkan mereka kehilangan kepercayaan pada ortu, kebingungan, dan membuat anak terzhalimi.

4. Jangan terlalu banyak mengancam tanpa memberikan hukuman, karena akan muncul sikap meremehkan ortu.

5. Jangan sering menjelekkan anak di depan teman-temannya, yang dapat menghilangkan harga dirinya.

6. Biasakan anak meminta maaf pada orangtua ketika berbuat salah tanpa harus memaksakannya, tapi buat ia instropeksi diri sampai ia tenang, jangan lupa motivasi.

7. Kita tidak boleh melarang ia menangis ketika diberi hukuman, begitu pula tak boleh membatalkan hukuman ketika ia mulai menangis, konsisten lah, supaya ia tidak mendapatkan sarana untuk menghindari hukuman karena kesalahannya.

8. Kita tidak boleh menginterogasi anak ketika mendengar bahwa ia meninggalkan sholat, karena itu akan membuat ia menyembunyikan ketakutan dalam dirinya.

9. Buat hadiah dan hukumannya bervariasi.

10. Perhatikan kondisi anak di saat kita menerapkan perintah atau larangan padanya. Pastikan kita menerapkan dengan adil dengan saudara-saudaranya yang lain.

11. Berikan pujian ketika ia melakukan sholat, dan sebaliknya.

12. Hadiah harus yang membuat anak puas akan hadiahnya. Begitu pula hukuman, berikan yang merugikan kepentingannya, semisal tidak sholat berarti tidak nonton film kartun kesukaannya.

13. Ajak dialog, sharing untuk mencari tahu faktor pendorong terbaik dalam melakukan kebaikan.

14. Ketika menghukum jangan sambil senyum, begitu pula ketika memberi hadiah jangan sambil manyun🙂 supaya anak tak bingung, berikan pemahaman sesuatu yang boleh ia lakukan, misalnya tidak boleh bersuara keras atau berteriak  pada ortu di rumah, tapi jika ia berada di tempat bising bersama ortu, hal tersebut dibolehkan.

Yup, ortu memang tak pernah lepas untuk mengingatkan anak sholat. Seperti kata seorang ustazah, ketika ortu berada di luar dan menelpon anak di rumah, bukan hanya memastikan anak ada di rumah, sudah makan atau belum, belajar atau tidak. Tapi, sudahkah ia sholat atau belum. Ayo, mari belajar menerapkannya di rumah, mereka tanggung jawab kita bukan?

“Wahai Rabb-ku, jadikan aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, wahai Rabb kami perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim:40)

Sumber tulisan: Membimbing Anak Gemar Sholat, Musthafa Abul Ma’athi, Penerbit Insan Kamil, 2008.

Jakarta, 5 Januari 2012
@cheitumminyafardais

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s