MANFAAT BERMAIN

image

Dunia anak adalah dunia bermain, hanya saja terkadang kita yang membatasi, mengira mereka hanya bermain saja terus, jadi lupa belajar atau jadi tak mau belajar, padahal dengan bermain pun mereka bisa belajar. Mindset saya juga dulunya memisahkan antara belajar dan bermain, seiring perkembangan zaman (ehehe…kok gini ya bahasanya :p ) maka saya pun ikut berubah.!!!

Eh, sebelum kita biarkan anak kita bermain sesukanya, maka kita perlu tahu lho manfaat bermain, khususnya buat anak-anak kita di rumah, sudah saya rangkumkan dari buku: “Edu Games for Childs, Panduan Permainan Alami Yang Mencerdaskan Anak, penulis: Farida Nur’aini….mari check it outūüôā

1. Membantu perkembangan     tubuh.
Berlari-lari, melompat, menendang bola dapat membantu menguatkan otot-otot si kecil, jadi jangan keburu berteriak melarang ketika mereka dengan lincahnya berkeliaran, selama dilakukan di tempat yang aman, dan orangtua telah¬† menyingkirkan benda-benda yang berbahaya maka biarkan saja (*ngomong di cermin)…Selain menguatkan otot, aktifitas menggunting, melipat, menganyam, memasak, mengepel, mencuci…hehe…dapat mengasah motorik halus.

2. Perkembangan Emosional
Pernahkah kita perhatikan bocah-bocah kita di rumah ketika bermain? Terkadang saya suka nyari tempat untuk tertawa geli (biar tak mengganggu permainan mereka), ketika melihat mereka terkadang menjadi dewasa dan bijaksana ketika bermain bersama anak tetangga, atau bersama saudaranya. Mereka bisa belajar bersabar, mengikuti aturan main, atau mendahulukan kepentingan saudaranya.

3. Perkembangan Sosial
Bermain bersama teman membuat anak kita mengenal bermacam karakter, sekaligus dapat memperkaya pengetahuan sosialnya, berbagi mainan atau makanan misalnya, dapat menumbuhkan jiwa sosial anak.

4. Daya kreativitas
Saya pernah menulis tentang “Ketika ide kreatifnya muncul”…,Faris menjadikan air sebagai media lukis di dinding….jadi, tak perlu susah-susah menghapusnya, ide yang tidak pernah terpikir sama sekali oleh saya, orangtua yang mengaku orang dewasaūüėČ

5. Mengembangkan Daya Khayal
Si Dais senang sekali berceloteh sendiri sebelum tidur, terkadang saya berpura-pura tidur untuk membiarkannya mengeluarkan semua imajinasinya di atas bantal, dan hasilnya saya tertawa geli tanpa ketahuan. Biarkan, hal itu akan mengasah kreativitasnya.

6. Menambah Wawasan
Kami pernah ketika bermain di luar rumah, sambil mengamati sekelompok semut sedang menggotong cicak yang sudah mati, mereka pun belajar seberat apapun pekerjaan pasti akan jadi lebih ringan jika dikerjakan bersama. Akhirnya, dalam bermain ada belajarnya, seperti¬† juga pernah bersusah payah mengejar cicak untuk tau ia punya lubang hidung atau tidak…hehehe

7. Perkembangan Kognitif
Faris senang mengelompokkan mainannya sendiri, atau belajar membagikan sejumlah jeruk pada ummi dan Dais, atau menghitung banyaknya kacang dalam wadah.

8. Perkembangan Moral
Saat bermain ajarkan anak meminta maaf jika salah, tidak berlaku curang, dan sebagainya…Kenalkan pada konsep baik dan buruk, secara langsung membentuk moral anak¬† yang baik.

9. Membentuk Kepribadian
Bermain bersama teman terkadang membuat mereka terkontaminasi prilaku buruk, namun jangan buru-buru mengisolasi anak, selama kita arahkan dan kita tanamkan nilai-nilai baik di rumah, mereka pasti akan tumbuh dengan karakter yang baik di luar dan tak gampang terpengaruh.

10. Penambahan Bahasa
Nah,anak saya kadang pulang membawa bahasa yang ia dapat dari temannya, dan saya pun belajar dari anak saya kalau “potek” itu artinya dibagi dua atau dipotong dua (baca:bahasa betawi)….hehehe

11. Mengembangkan Kemampuan Diri
Bermain akan membuat anak mengenal kemampuan diri, mampu mengimbangi permainan lawan misalnya dalam bermain badminton, jika ia kalah maka ia akan berlatih dan mencoba terus sampai ia bisa memenangkan pertandingan.

Hokeh, demikian dulu…bermain adalah dunia anak, kuncinya adalah biarkan mereka berkembang tentu saja tidak dibiarkan melakukan permainan berbahaya semisal.jalan di atas tali, bermain api kompor, atau main pedang-pedangan dengan pisau dapur…(maap contohnya terlalu ekstrim :p ) tanpa didampingi dan pengawasan orang tua. Mengawasi perlu, tapi jangan membatasi (*sekali lagi saya ngomong depan cermin ).

Jakarta,4 Januari 2012

Sumber tulisan: Edu Games For Childs, Panduan Permainan Alami Yang Mencerdaskan Anak, Penulis, Farida Nur’aini, Penerbit Afra Publishing,2008.

@cheitumminyafardais

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s