MENUNGGU

Aku mulai menyukai menunggu. Memang tak pernah begitu benci menunggu, namun tuk sebagian orang menguras energi positif. Aku suka menunggu karena ada banyak yang bisa kulakukan sembari menunggu. Menunggu sembari menulis sebuah cerita,menunggu sembari melukis siluet mu, atau menunggu sembari membayangkan kau datang dengan berbagai kejutan untukku. Menunggu sembari tak pernah henti berdoa untuk mu.

Akupun tak pernah lelah menunggu, meski mereka bilang melelahkan. Menunggu aku lakoni, sampai usia ku pun menua. Menunggu hingga kau datang menengokku bersama pasukan kecil, dan bidadarimu. Mendadak ramai hidupku yang sepi. Tapi itu dulu….

Kali ini kau buat aku menunggu lagi… ketika tak ada kabar sama sekali, dan aku tak sabar rasanya..Jangan kira aku tak butuh kau lagi,nak…meski telah terputus semuanya dari kehidupan dunia. Aku hanya ibu yang telah tua dan berakhir usianya, dalam menunggu seorang anak sholeh kesayangan…tak bisa apa-apa selain menunggu kiriman sebuah doa untukku.

@cheitumminyafardais
Di manakah ibu berada?sudahkah kita berdoa untuk beliau?
Jakarta, 11 11 2011

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s