MBAK SYEIN

Mbak Syein, pernah bilang padaku, jangan percaya lelaki kecuali Rasulullah dan Ayah. Doktrinnya disemat dalam-dalam otakku. Beberapa menit sebelum kuputuskan menerima tawaran beasiswa S2 ku di Belanda. Mbak Syein adalah wanita tegar, yang sebelumnya mempercayakan masa depannya pada suaminya, dan akhirnya terkhianati. Pengalaman terasa menyakitkan mungkin, hingga ia tak ingin adik perempuan satu-satunya juga merasakan.

Mbak Syein, pula yang menyambut gembira keinginanku berjilbab, ia yang mengenakan jilbab di kepalaku pertama kali, sambil memuji kecantikanku yang semakin memancar ketika berjilbab. Dan ia bilang, “Apapun yang terjadi, siapapun lelaki yang meminta, jangan kau lepas jilbabmu,dek.”

Meski jauh, Mbak Syein tak pernah absen menghubungiku, bagaimana kabar keimananmu,dek? sudah sholat ,dek?sudah makan, dek?sudah tilawah,kah dek? setiap hari,setiap lima waktu sholat. Bahkan rasanya disaat aku tak butuh.

Hingga tiba saat aku butuh konsultasi dengannya, ia tak pernah menghubungiku,tak pernah membalas emailku,tak pernah mengangkat telponku,mengabaikanku yang butuh ia di saat merasakan pertama kali jatuh cinta. Kesal sekali!Hingga kuputuskan mengambil langkah sendiri, yah…seperti kata pria itu…Pria sopan yang sedikit membuatku tertarik..bukankah aku sudah dewasa dan tak perlu masukan dari siapa-siapa. Kupenuhi undangannya ke sebuah cafe, toh kami hanya ingin membahas penelitian bersama kami. Dan bukankah itu tempat umum, dan kami tak kan berdua-duaan, bukankah dia juga muslim meski tak sempurna. Bukankah yang sempurna pun bisa berkhianat, seperti mantan suami Mba Syein… Ah, sedikit sadar bahwa logikaku dipermainkan oleh syaithon, tapi kubiarkan.

Pria itu sudah menungguku, ku hampiri, ia menyambutku dengan minuman selamat datang. Alkohol?Aku mengernyit. Ia bilang tak apa,cuma sedikit. Aku menolak mentah-mentah!Ia menghardikku, dan aroma alkohol menyengat hidungku. Lebih gila lagi, ia menarik jilbabku, memaksaku melepasnya, kuingat pesan Mbak Syein..apapun yang terjadi….yah…apapun yang terjadi! Kupertahankan sekuatku, spontan sebuah jurus bela diri yang diajarkan Mbak Syein,kukeluarkan….setelah ia terhuyung, aku lari, tak ada guna melawan orang mabuk. Cukup sekali tendangan saja. Aku terus berlari, tak peduli hujan mengguyurku deras..Mbak Syein…dimana kamu….suara lirih ku ditelan hujan, sederas air mataku!

Baru saja kaki basahku menapaki lobby apartemen, sebuah pesan singkat masuk ke ponselku…”Dek, maaf baru menghubungimu, kau sehat,kan? Aku telah menemukan pria yang bisa kupercaya selain Rasulullah dan Ayah. Kami akan menikah Insya Allah bulan depan. Doakan ya, dek. Aku yakin ia yang dipercayakan Allah untuk Mbak, setelah istikharah berulang kali.” Tiba-tiba saja aku seperti akan kehilangan sosok Mbak Syein selama-lamanya.

@cheitumminyafardais
Mengejar tanggal cantik:)
Jakarta,1 11 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s