JANGAN PERGI!(MENGANCAM)

“Jangan pergi!Atau aku mati!” Silahkan, bukankah mati mu berarti mutlak tak kan bertemu ku dimana-mana, bahkan di syurga Nya sekalipun. Aku pun takkan tangisi pilihan mati.

“Jangan pergi!Atau kau sesali!” Aku takkan pernah sesali sebuah keputusan, aku berani, tak seperti kau, si peminang pengecut. Aku berani pergi sebelum melayani birahi mu. Takutku hanya Ilahi!

“Jangan pergi!Atau kau kusakiti!”  Sakit raga dan hati ku adalah berkah, ketika ia untuk menolak maksiat. Dan lebih kupilih sakit duniaku daripada sakit ukhrawi yang kekal abadi.

“Jangan pergi!Atau kau sepi!” Bahwa aku tak pernah sendiri, Ilahi membersamai, dan hati ku selalu ramai dengan gaung dzikruLlah, penghapus sedih.

“Jangan pergi! Atau wanita lain ku nikahi” Silahkan, jika kau bertemu, maka mutlak kau bukan jodohku. Bukankah jodoh,rahasia Nya? Dan kau pun tak akan pernah menjanjikan ku kepastian. Maka aku memilih janji Nya yang tak pernah mengecewakanku.

Di bandara, lama,kupandangi layar ponselku, sambil menunggu dan kuhardik diriku yang menunggu pesan singkatmu. Lama, dan kuhardik pikiranku yang bertanya mengapa pesanmu terhenti.

“Jangan pergi!Kau wanita yang kucintai….”

Hingga balasanku pun terhenti.
Kuputuskan melepaskan chip kartu ponselku, dan membuangnya jauh… yang seharusnya sudah kulakukan jauh ketika hidayah menyapaku. Dan aku pun pergi.

@cheitumminyafardais
Gerimis menghebat, di langit…

Jakarta 30 10 2011

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s