MENANTU PILIHAN IBU

Hari itu aku dan ibu menyusuri taman kota. Tempat aktifitas pagi dan bermacam tingkah pola manusia di sana. Menemani ibu berjalan pagi setiap pagi, sambil mendengarkan cerita yang kadang hanya siaran ulang berapa kali. Aku rela. Serela ketika ia bertanya, tentang calon menantu yang ku sedang tak punya.

“Ibu punya selera menantu seperti apa?” Ibuku hanya tersenyum, “Yang membuatmu bahagia,nak.” Kita satu pikiran,bu…aku juga ingin istri yang membuatmu bahagia. Dalam hatiku.Maka kutunjukkan beberapa tipe wanita yang lalu lalang di depan mata kami, sekedar me-nyata-kan hingga tak abstrak.

“Bagaimana jika yang seperti itu,Bu?” Kutunjukkan seorang wanita muda dengan headphone di telinganya,rambut ekor kuda,dengan pakaian sporty super minim dan ketat. Kupalingkan wajahku segera, terlalu malu ku tatap lama-lama. Ibu menggeleng,mimiknya serius, “Ia memang cantik,nak..tapi, ia tak bisa menjaga kehormatannya sebagai wanita,maka bagaimana ia akan menjaga kehormatan suaminya nanti.” Tebakanku benar, aku pun tak suka yang ibu tak suka.

“Bagaimana dengan wanita itu,bu?” Kuarahkan pandangan Ibu ke seorang wanita yang turun dari mobil mewah, kelihatan seorang bisnis woman dengan menenteng sebuah tas dan sibuk berponsel ria. Lagi-lagi ibu menggeleng, “Ia takkan ingat rumah,nak…mungkin juga akan lupa jika telah bersuami, maka bagaimana ia bisa mengurusmu.” Aku mengangguk, sekali lagi, jika ibu tak suka, begitupun aku.

Ahaa…kutunjukkan wanita berjilbab sekenanya, sibuk membaca sebuah buku di bangku taman seberang sambil sesekali mengepulkan asap. Lagi-lagi ibu menggeleng….”Pemahaman agamanya mungkin belum sempurna, nak..maka bagaimana ia mendidik anak-anakmu nanti.”ย  Kupikir prilakunya bisa diluruskan, dan kerudungnya bisa diganti dengan….anganku sibuk mendandaninya dengan jilbab yang mungkin sesuai selera ibu.

Hingga melintas seorang wanita berjilbab anggun, mata jelinya tak beredar ke mana-mana, pandangannya menunduk,langkahnya biasa, tak cepat tak lambat,dia mengambil tempat di sisi kanan taman, tangannya merogoh saku gamisnya sambil mengeluarkan sebuah mushaf kecil…ia sedang mengaji…ketika aku dan ibu ku kompak bergumam takjub…”Bidadari…”

Jakarta,27 10. 2011

Menantu ideal tak harus “anak teknik”, kalau kata Rasulullah salallahu alaihi wa sallam, pilih yang paling baik agamanya:)

@cheitumminyafardais

8 comments

  1. Kalau di kantorku, anak teknik itu, terutama kalau dari kampus gajah itu, dijamu, bahkan mereka yang dilamar. mulai dari breakfast, lunch, coffee break, dinner sampe ongkos travel bdg-jkt-bdg ditanggung kantor. hebat kan ? *muntah abis itu*

  2. โ€Žโ€‹ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

    Kak cece, kakaknya ai yg cntik jelita. . .
    Tulsanx bgus kaak *jempol*

    Sy suka, really2 like it, simple tp penuh makna! *cie. . .

    Izin copy linkx yah kaak. . (โ€ขห†โŒฃห†โ€ข) biar bsa update trus. Syukron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s