TAUBAT

Ia tak pernah mau menyentuhku lagi…padahal aku pernah jadi teman setianya. Kami selalu bersama….dalam suka atau duka. Meski lebih banyak ketika duka. Ketika diremehkan ayah ketika berbicara atau diomeli ibu karena dianggap tak becus jadi anak…ketika dianggap bodoh oleh guru di sekolah…atau ditolak cintanya karena wajahnya yang pas-pasan

Ah,aku rindu anak itu, si bocah ABG yang labil. Awalnya cuma coba-coba, selanjutnya dia pikir aku adalah solusinya. Sekarang aku memang cuma barang sisa yang ia sembunyikan di dalam sebuah lipatan kertas, sambil berharap Ayahnya meremehkannya lagi, dan ibunya mengomelinya over dosis..lalu ia jatuh ke pelukanku.

Namun, mungkin nasib berkata lain, ia melupakanku, setiap malam ia ngobrol seru dengan ayahnya di loteng rumah sambil sesekali meneropong bintang, sang ayah pun tampak sesekali menepuk-nepuk punggungnya. Ibu yang dulu jarang mengunjunginya di kamar, tampak setiap hari membawakan cemilan enak dan segelas susu serta mau mendengarkan cerita sang bocah. Ada apa ini?Semua berbalik…cepat sekali.. Sejak aku hampir membunuhnya.

@cheitumminyafardais
Jakarta….heemmh…saya lupa tanggal!

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s