TERPAKSA CUMA KAGUM

image

Lelaki di meja ke dua. Karyawan baru, baru masuk dua hari lalu. Banyak yang kagum ketampanannya. Khususnya kaum hawa dan aku salah satunya. Kedatangannya tiap pagi disambut decak kagum…dan aku salah satunya yang berdecak, walau cepat-cepat kualihkan pandanganku, ahhh…aku tak ingin terperangkap ketampanannya.

Lalu bagaimana ia, GR kah ketika tahu semua memujanya? Tidak! Dia cukup santai, cool..mungkin ia sudah biasa berwajah tampan yang digilai wanita..tak sedikitpun ada kesan ia menjual pesonanya meski pesona itu menggoda untuk dibeli. Juga tak sedikitpun ia melayani godaan dari karyawan wanita lainnya untuk hal yang tidak penting kecuali pekerjaan. Dia tidak pernah ingin berduaan dengan wanita di lift, tidak pernah memenuhi ajakan wanita untuk makan bersama, tidak pernah menatap wanita lama-lama seenak udelnya, bahkan tidak akan membiarkan wanita berjalan di depannya, bukan karena tidak sopan dan tidak mendahulukan wanita…aku mengerti mengapa ia bersikap demikian…karena ia ingin menjaga hatinya dari fitnah…dan tidak semua orang mengerti hal ini. Hanya aku! Hanya aku yang mengerti dia!

Oh…tidak!…ketampanannya betul-betul menyihir wanita-wanita, tak terkecuali aku. Kami layaknya wanita-wanita era Nabi Yusuf yang rela teriris jarinya karena kagum dan kagum. Termasuk aku yang hanya bisa kagum dan kagum saja, dan membiarkan teriris hatiku menjadi dua bagian,    setelah tahu ia telah beristri.

Jakarta, 18 10 2011
@cheitumminyafardais

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s