TANYA RONAH..

image

Ronah, asisten rumah tangga baru ku, lugu…yang serba ingin tahu. Baru sebulan ia ikut aku…ia  yang minta sendiri karena penasaran dengan kota tempat kami tinggal…kota! Ia bercerita tentang tetangganya yang berhasil sekembali dari kota. Banyak sekali yang ingin ia ketahui dari kota.

“Bu, sekali-kali ajak saya ke pub,toh..” Katanya lugu dengan dialeg Jawa kental. Pub? Itu istilah anakku kalau mau ke toilet….Kuulangi lagi kata tanya “pub” ku yang tadinya cuma ada di kepalaku.
“Iya, bu…Pub..itu loh bu, yang kata tetangga saya di kampung, ada lampu-lampu warna-warni nyala-nyala.” Hoooo, pub!! (*baca:Pab=diskotik)…
“Astagfirullah!! Gak boleh, Nah..”
“Knapa,bu?” Tanyanya sambil menghentikan ulekannya.
“Dosa..!” Aku ketularan lugunya Ronah…tak apa yang penting jawabanku menyurutkan niatnya mengunjungi pub…toh akupun tak pernah menginjakkan kaki ke pub…tak kan pernah.

Besoknya Ronah bertanya lagi..
“Bu, lokalisasi itu opo tu bu?”
“Haaah….dapat dimana lagi istilah itu, Nah?”
“Saya ingat tetangga saya itu,bu..dia pernah bilang kalau kerja di lokalisasi..saya boleh ndak pindah kerja ke sana bu…”
“Haaa!!!Tidak boleh!Itu tempat maksiat,Nah!”
“Maksiat apa toh,bu?”
“Maksiat itu perbuatan dosa,Nah! Jangan coba-coba!” Ronah kelihatan tak puas. Ronah memang punya rasa ingin tahu yang sangat besar. Berbagai macam pertanyaan yang ia tanyakan, mulai dari pub, lokalisasi, selingkuh,….dan jawabanku selalu kututup dengan peringatan “dosa,Nah…dosa!”

Sampai suatu sore ketika pulang dari swalayan, kutemukan secarik kertas di atas tudung saji di atas meja makan. Begini bunyinya..

Bu, maaf Ronah pergi tanpa pamit ibu…Ronah ndak lama kok,bu..Ronah hanya ingin mengunjungi pub dan lokalisasi, habis itu Ronah pulang…Oya,Ronah diantar Mas Bewok..

Sontak kuingat janjiku pada Emak Ronah di kampung untuk menjaganya selama di Jakarta. Segera kususul Ronah entah kemana…mungkin mencari pub atau lokalisasi…sebelum Bewok mantan tukang kebun kami yang doyan dugem dan ke lokalisasi  itu menjerumuskannya…Seharusnya kujelaskan lebih detail ketika Ronah bertanya.

@cheitumminyafardais
Jakarta, 16 10 2011
Cerita ini terpending, karena dais ku sakit  kemarin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s