BUKU CERITA BUNDAKU

Menjelang senja,aku tak beranjak dari jendela kamar, menanti bunda. Hatiku bertanya-tanya, kira-kira buku apa lagi yang akan dibawa bunda untukku?Hemh…aku suka perasaan ini, menebak-nebak dan akhirnya terbelalak dengan buku cerita yang dibawa bunda pulang.

Itu dia bunda! Aku bergegas membuka kunci pintu, berlari, melompat dan memeluk bunda yang baru saja turun dari mobilnya.

“Bunda..bawa buku cerita, Beruang Kecil dan Mama…untuk Tiko, anak Bunda, Bunda bacakan setelah kita makan malam, yah…” Ia mencium keningku, dan menggendongku masuk rumah. Aku lihat ia nampak letih, tapi, tetap tersenyum untukku dan menyediakan waktu untuk membaca buku cerita..dan aku senang!

Setiap hari, bunda selalu membawa buku cerita untukku, lama-kelamaan aku jadi bosan…Bunda selalu membawa buku cerita yang ceritanya sama tiap harinya…tentang anak binatang dan induknya….setiap ku minta buku cerita lain, ia mengelak…bahkan pernah ia membentakku meski kemudian memelukku, karena aku meminta buku lain. Aku bosan bunda! Bosan dengan jalan ceritanya…Padahal aku cuma ingin cerita anak binatang  dengan ayahnya…yah, dengan ayahnya…atau mungkin anak binatang tak punya ayah, sama sepertiku…

Jakarta,8 Oktober 2011
@cheitumminyafardais

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s