JODOH SETENGAH HATI!

image

Aku bertanya pada diriku sendiri, Ini bukan zaman Siti Nurbaya lagi,kan?Dan rasanya tak pantas lelaki seperti ku ikut jadi korban seperti Siti Nurbaya. Apa kata teman-teman di kampus, Joni, sang preman kampus, berambut gondrong, berwajah sangar, dan disegani seantero kampus ternyata tak berdaya dengan perjodohan. Joni yang paling hebat berorasi, dan paling berani berada di garda depan ketika aksi mahasiswa, ternyata ciut ketika berhadapan dengan perjodohan. Joni yang saban minggu menaklukkan beberapa gunung untuk didaki, Joni yang..Arghhhh!!!..Apa arti berani, jika ujungnya ku takluk juga dengan sebuah perjodohan. Dan jodohku di pelaminan tertawa senang dengan kemenangan perjodohan. Masih ingat ketika bapak dan aku duduk berhadap-hadapan, dan nyaliku menciut oleh kata perjodohan, mutlak! Tak boleh tidak! Padahal aku juga ingin merasakan petualangan menemukan sebuah cinta, menyatakan, kemudian ditolak, dan cari lagi…bukan pasrah ditelan nasib karena di jodohkan.

Aku, Joni, berbicara dengan diriku di depan cermin, dalam balutan baju adat pengantin bugis pria berwarna hijau, berharap hari ini ada keajaiban yang akan membatalkan akad nikah hari ini. Sayup-sayup terdengar bapak mengetuk-ngetuk pintu kamar, semakin keras!

@cheitumminyafardais
Jakarta, 7 Oktober 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s