JOJO

image

Jojo namanya, bocah tambun 3 tahun yang sudah kuasuh sejak bayi merah. Ibunya bekerja di salon, ayahnya di sebuah mall sebagai securiti. Jojo kecil memanggilku mama,kuajarkan tanpa sepengetahuan ibunya.

Pagi, selepas mengantar suami ku kantor, kutunggu Jojo di teras rumah, berharap ibunya sibuk di salon hingga tak pulang malam nanti, dan Jojo bisa berlama-lama denganku, tak diambil ibunya sore nanti Tapi,lagi-lagi aku cuma bisa berharap..

Lihat, Jojo tambun pasti karena asuhanku, susunya yang paling mahal, ibunya tak pernah menitipkan susu apalagi uang untuk keperluan makan Jojo. Aku pun tak pernah berharap dan meminta, cukup tinggalkan Jojo di sini, di sisiku.

Ketika Jojo sakitpun aku yang merawat, kubawa ia ke spesialis anak paling hebat di kotaku. Dan ibunya hanya berterimakasih dan mengambilnya dariku ketika malam tiba. Itupun ketika Jojo sudah kulelapkan digendonganku.

Hingga suatu hari, ibunya Jojo dengan wajah super sumringah, sambil menggamit tangan Jojo menemuiku..

“Mba,alhamdulillah, ada kabar baik…suami saya dapat rejeki nomplok karena berhasil menyelamatkan seseorang dari perampokan, 500juta mbaak…masya Allah, Gusti Allah..!! Mimpi apa kami semalam..rencananya hari ini kami berhenti kerja dan mau pulang kampung, mau beli sawah di kampung…dan beli rumah  di sana..”

“Jojo?” Tanyaku menyeruak,Pikiranku mencemaskan Jojo,sedang perasaanku tak enak..Jojo akan pergi dariku..dan aku tak bisa melihat wajah bulatnya lagi.

“Jojo mau kami ajak serta,mbak.Trimakasih bantuannya menjaga dan merawat Jojo selama ini, saya tak tahu bagaimana caranya berterimakasih, mbak adalah tetangga paling baik yang saya kenal.”

“Kapan kalian pergi?” Tanyaku sambil menatap nanar Jojo, dan dua pipi gembulnya berkumpul,karena tersenyum kutatap.
Ku semakin tak ikhlas!

“Tar sore,mba…sekarang mau saya titip dulu, saya mau nemenenin suami beli motor dan mainan untuk jojo..titip ya,mba.” Lantas ia menciumi Jojo,memeluknya lama sekali,tidak biasanya….dan tak biasanya Jojo menangis hendak ditinggal ibunya…

Sudah mulai larut di luar sana, ayah ibu Jojo belum kembali juga. Jojo sudah tertidur pulas, capek ia menangis menunggui ibunya,juga bertanya mengapa ibunya belum pulang juga. Sampe esok pagi belum ada kabar. Hanya sebuah koran ber headline “PASUTRI TEWAS DILINDAS TRUK”, sepulang membeli mainan untuk anak mereka. Masya Allah, itu ayah ibu Jojo..! Kupeluk Jojo yang masih pulas… Entah bagaimana menjelaskannya nanti…

@cheitumminyafardais
Jakarta,28 september 2011
Aaaah…knapa bikin cerita sedih gini siiiiihh…

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s