CEMBURU DALAM BUTA

Sejenak, wajahku kusut, sehabis perdebatan kecil tentang bintilan kecil di matanya yang tercipta selama kami berpisah sementara.

“Sayang,mataku bintilan saking rindunya padamu?” Begitu bunyi pesannya ketika kami chatting semalam
“Kamu tak lihat gambar porno atau video porno,kan? Haram!” Tulisku dalam chatting kami malam itu.
“Mana bisa,kan sudah diblokir menkominfo ?” Jawabnya lugu atau untuk menyenangkanku. Hati putihku percaya, tapi tidak yang bersisi gelap.
“Memangnya menkominfo bisa ngeblokir wanita-wanita yang berseliweran di sekitarmu dengan pakaian minim?!” Tak ada  balasan cukup lama,sehingga ku pikir dia marah kutuduh macam-macam. Jariku menari emosi di atas keypad..
“Kamu ngintip ya?”
“Heran,kenapa bisul di mata selalu diidentikkan dengan ngintip?Lagian siapa yang mau kuintip di sini,sayang? Mbah pardi?” Dia membawa nama penjaga musholla samping kontrakan kami.
“Kau yang mengatakan di awal, kalau bisul itu karena rindu padaku.”
“Oo..mungkin juga karena nolongin tukang AC mindahinnya kemarin. Banyak debu…”
“Tuh,kaaan…Aku cemburu!”
“Sama tukang AC? Ia lelaki..sayaaang..hahahaha!”

Aku berhenti,juga emosiku, dan tarian liar dua jempolku di atas keypad androidku. Ia pasti menertawakan ku di sana, menertawakan kecemburuan ku yang membuatnya “gede rasa” bahwa istrinya yang pencemburu ini sangat mencintainya…Dan aku harus membeli tiket malam ini juga, menyusulnya. Karena berjauhan membuatku cemburu dalam buta.

@cheitumminyafardais
Pagi produktif,jakarta..
27 SEPTEMBER 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s