PHOBIA

“Kau siap?” Tanyanya sebelum supir membunyikan mesin kendaraan. Aku tak menjawab,mestinya ia bisa baca dari raut wajahku yang nampak cemas,atau dia tak bisa membacanya, atau diam berarti siap untuknya.Dan taxi pun melaju!

“Kau siap?” Lagi-lagi aku tak menjawab,mestinya ia bisa menangkap gelagat ke tak siapanku dari jemariku yang tak bisa diam memutar-mutar ujung jilbabku ketika sedang dilanda cemas. Dan kami pun turun!

“Kau siap?” Sekian kalinya aku cuma membungkam, mestinya ia bisa menebak kalau aku tak siap,benar-benar tak siap, tapi menikah dengannya adalah kesiapan untuk mendampinginya ke manapun ia pergi. Dan aku ingin jadi istri sholehah!

“Kau siap,sayang?” Mengapa kau tak henti bertanya tentang kesiapanku, semakin membuatku panik. Melecehkan!Bukan kah terbang sama dengan mengarungi hidup bersamamu, butuh tujuan,dan kuputuskan menuju yang dituju ridho ilallah,dan kita sepakat sepaham!

“Aku siap…aku siap….aku siap…!” Berharap kau pun terbungkam,tak bertanya  lagi, terbayang spongebob berlari keluar rumah nanas siap menyambut sebuah tantangan. Tapi spongebob tidak akan terbang, dan spongebob tak phobia ketinggian spertiku. Dan pesawatpun take off…Dengan namamu ya Allah….Allahu Akbar!! Pekikku mengalahkan deru mesin pesawat yang perlahan ditelan awan.

@cheitumminyafardais
Di mana saya?
Sampai jumpa di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s