GADIS KECIL BERKUNCIR

Ada tetangga baru,seorang gadis kecil berkuncir. Di tangannya tergenggam kertas sketsa dan sekotak crayon. Ia suka duduk-duduk di beranda rumah,menanti ayah bundanya kembali dari mengejar karir. Begitu deru mesin mobil berhenti,ia berlari kecil mẹnyongsong..dengan senyum selamat datang,lalu pekik bahagia,sambil mengacung-acungkan gambarnya…jiwanya bersorak sorai girang, ekspresinya berkata, “lihat!apa yang kugambar untuk ayah dan bunda hari ini!”

Ayah cuma diam,datar,bunda senyum tak tulus,seperti berucap, “Kami sedang capek.” Gadis kecil berkuncir lalu memeluk gambar-gambarnya sambil memandang punggung kedua orangtuanya yang hilang dibalik pintu. Entah apa dipikirnya.

Tak tega ku menjadi saksi setiap hari,perlakuan mereka pada putri kecil berkuncir yang menggemaskan itu. Tak bisa kah ada sedikit penghargaan untuk seorang gadis kecil yang lucu..meski hanya untuk coretan tak berbentuk. Baru tiga hari mereka di sana,aku mulai tak tahan,kucegat pasangan suami istri itu…mereka cuma saling pandang mendengarku berceloteh tentang kelakuan putri mereka ketika menunggu kedatangan ayah bundanya di beranda rumah, sekalian kutawarkan terapi untuk anak autis yang kukuasai ilmunya. Mereka menungguku selesai berbicara kemudian berkata,maaf putri kami sudah meninggal tiga tahun lalu. Aku tercekat! Kuputuskan pindah rumah!

@cheitumminyafardais
Makassar,masih tak mau liat tanggal.

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s