ALLAH KADANG-KADANG JAHAT?

Saya sedang sholat rakaat terakhir, ketika dua jagoan kami bertengkar berebut mainan. Pertengkaran mereka benar-benar membuat sholat saya tak khusyuk. Begini  kira-kira dialognya:

“Dais kan sudah aku kasih satu, kok mau lagi sih..!” Kakak Faris dengan nada kesal

“Iya, tapi aku maunya yang itu!” Ade tak kalah kesalnya

“Gak mau, ah!”

“Mau! Kakak bodoh!”

“Belajar darimana kata itu, aku gak pernah ajarin! Hayo belajar dari mana! Mau aku marahin ya!” (Padahal dari awalpun ia sudah marah ya..dan tiba-tiba saya melihat saya dalam sosok anak kecil ..Astagfirullah)

“Biarin, yang penting Allah kan baik..” Si adek menjawab dengan  cueknya

“Nggak!!Kadang-kadang jahat.” Nadanya sedikit turun pada kalimat terakhir. “ Kalo, Dais ngomongnya jelek lidahnya dipotong Allah..” Astagfirullah, saya berpikir keras…dimana lagi ia dapatkan pernyataan itu..

“Nggaaak…!!!” Dais mulai anarkis kalau ia sudah merasa ia kalah kata-kata…ditendangnya kakaknya Alhamdulillah sepertinya tak begitu keras.  Tak ada tangis di sana.

Cepat-cepat sholat saya akhiri….Lalu, saya tawarkan pelukan…awalnya pada Dais, tapi ia menolak…sontak Faris yang meloncat kepangkuan saya..”Aku saja..” Raut wajah Dais berubah…”Aku juga mau…” Dais mulai mau menangis.

Saya peluk mereka berdua…dan saya katakan…Allah itu baiiiiik sekaliiii…Allah tidak suka menyiksa anak-anak…di neraka gak ada anak-anak kok…tapi, Allah akan membela  dan menyayangi anak yang diejek, anak yang dijahatin temannya, anak yang dimarahin..

“Berarti kalau aku dimarahin ummi, aku dibelain Allah ya?”Potong Faris…Saya terdiam sebentar…haaah, boomerang ini. Saya paksakan senyum meng”iya”kan, padahal dalam hati saya kutuki diri saya yang  terkadang sulit mengendalikan emosi…hemh, anak belajar mengandalikan emosi dari orangtuanya…rasanya pernyataan jagoan kecilku menampar keras hati.

Ups, mari kita kembali ke pernyataan jagoan kecil saya bahwa Allah kadang-kadang jahat…Pikiran saya pun melayang sewaku saya masih gadis kecil dulu…masih ingat waktu TK dulu…kita diajarkan kalo berbohong, masuk neraka, lho….atau masih ingat ibu teman saya waktu kecil pernah bilang ke anaknya… jangan ambil milik teman tanpa izin itu namanya nyuri, kalo nyuri ntar tangannya dipotong….Astagfirullah..secepat itu konsep Qishas dikenalkan kepada anak-anak , niatnya mungkin untuk menakuti supaya tak mengulangi, tapi akhirnya jadi  memunculkan kesan bahwa Allah itu kadang-kadang jahat. Parahnya lagi, yang membuat saya kaget saya pernah lihat sekelompok anak  kecil membawa sebuah buku yang isinya syurga dan siksa neraka…Katanya salah seorang dari mereka membelinya di abang-abang penjual di depan sekolah mereka..Pernah juga anak tetangga saya yang usianya masih 6 tahun, menceritakan kepada saya tentang kekejaman malaikat Zabaniyah …haaa???..saya jadi melongo..katanya itu arti dalam surah Al Alaq..semestinya ada orangtua yang mendampingi ketika ia membaca terjemahannya..

Rasanya agama kita jadi seram banget ya….padahal… ancaman-ancaman itu sebenarnya bukan diperuntukkan untuk konsumsi anak-anak kita, tapi bagi mereka yang sudah dewasa dan masih juga bebal dengan ketentuan hukum Allah…. seorang trainer Parenting sekolah orangtua, Ihsan Baihaqi mengatakan bahwa  yang harus dikenalkan kepada seorang anak ketika usianya balita adalah nilai-nilai kebaikan dan Maha Kasih Sayang Nya Allah pada makhluknya, Syurga yang isinya kenikmatan abadi yang diperuntukkan bagi anak yang suka berbuat baik, rajin beribadah, hormat pada orang tua…atau janji pahala dari Allah sebagai  kunci pembuka pintu syurga. Bukan malah ancaman akan hukuman dari Allah untuk prilaku mereka .  Sekali lagi, pengasuhan yang baik, positiv, tentu saja dengan tidak berhenti mengupgrade pengetahuan agama supaya ketika putra atau putri kecil kita bertanya kita punya jawaban yang berdasar dan sesuai dengan usia mereka. …haaa….saya mengakhiri tulisan saya dengan  banyak beristigfar….mengingat saya pun produk asuhan zaman dulu…khawatir dalam otak saya ada yang terekam tentang pola asuhan yang tak seharusnya dan saya terapkan pada putra-putra saya tanpa sadar…naudzubillah…

@cheitumminyafardais

19 Ramadhan 1432 H

Jakarta, Detik-detik menjelang mudik:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s