BIAR IBU MEMILIH

Ibu sekolah sampai sarjana? Tapi gak kerja? Wah, sayang bu..sudah tinggi-tinggi sekolah tapi ujung-ujungnya cuman jadi ibu rumah tangga. Hemh, begitu kira-kira komentar seorang ibu teman anak saya di TK..saya berusaha tenang menanggapi, tapi sungguh!! Saya sedikit naik pitam, bukan karena gelar yang dikatai mubazzir…tapi perkataan “cuman jadi ibu rumah tangga” itu lho, jeng!!!!..berkesan meremehkan “profesi” Ibu Rumah Tangga, padahal  “profesi mulia” ,meski memang  tidak semua orang bisa ikhlas jalaninya. Apalagi jika sudah bertemu dengan oknum yang berkomentar seperti di atas..hehehe.

Ok, saya turunkan temperamen saya menjadi low banget…

Saya takkan menyalahkan ibu yang memilih berkarir..juga takkan memojokkan mental  ibu yang memilih di rumah. Ketika kita memutuskan menikah, keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga murni atau menjadi ibu rumah tangga berkarir adalah hak pilih sang ibu. Khadijah istri Rasulullah SAW.tercinta, tidak berhenti berkarir menjadi seorang pengusaha wanita begitu menikah dengan Rasulullah SAW, tentu saja nyambi menjadi ibu rumah tangga mengurusi rumah tangga Rasulullah SAW. dan Fatimah putri Rasulullah SAW. lebih memilih berkarir di rumah tanpa khadimat (asisten pribadi) mengurusi rumah tangga suaminya…tanpa berkarir di luar karena menjadi ibu rumah tangga murni sudah membuatnya cukup sibuk, sampai-sampai ia mengeluhkannya pada sang ayah Rasulullah SAW…dan dijawab  Rasulullah SAW. cukup  tahmid,tasbih,dan tahlil 33 kali sebelum kau tidur ,dan itulah khadimat yang paling membantu.

Berbagai motivasi untuk sebuah pilihan…Seperti saya yang memilih menjadi ibu rumah tangga murni karena tak ingin melewatkan sedikitpun perkembangan dua putra  kami, tidak bermaksud memubazzirkan ilmu yang pernah saya serap di sekolah atau bangku kuliah…jika duluuuuuu motivasi saya bersekolah untuk bekerja, sekarang saya rubah orientasi saya…ilmu saya untuk anak-anak saya kelak…karena ibu adalah madarasah pertama anak-anaknya…maka saya takkan membiarkan ilmu itu habis dimakan waktu…rajin meng upgrade diri dengan  banyak baca buku, menambah wawasan, browsing-browsing di internet, yang suka gambar  rajin-rajin sketsa, bikin blog, kadang-kadang ikutan seminar tentang anak….banyak pilihan untuk dipilih…Saya rasa, ibu yang memilih berkarir pun punya 1001 alasan sendiri.

The most important thing… bahwa Allah Sang Penciptaku, kau dan kita.. Mencipta dengan mengilhamkan  pilihan… dengan jalan fujuurahaa (kejahatan) dan taqwaha(ketaqwaan) (QS. 91:8)…Jadi, mau jadi ibu rumah tangga yang berkarir atau ibu rumah tangga murni …silahkan…pilihlah di jalan ketakwaan🙂

Dont ask me about my title, cause I’m proud to be a house wife and mom for my children.

Jakarta,28 Juli 2011

@cheitumminyafardais

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s