NURANI THE SMOKERS?

rokokituberbahaya.wordpress.comSuatu hari ketika saya membuka akun facebook saya…ada yang lagi update status dan akhirnya seperti instruksi di akhir status saya pun “ngopas” dan hanya menampilkannya di postingan saya kali ini..begini bunyinya:

Dear Smokers, please get a plastic bag and cover yourself whenever you want to start smoking to enable you to enjoy the smoke 100% by yourself. I don’t want any percentage of your smoke nor do my friends who don’t smoke. Don’t kill me if you want to kill yourself.Regards, Non-smokers.P.S.:Copy and paste this message at your profile to support the “keep smoke away” campaign

Saya kemudian tersenyum membacanya, tanpa berniat me”ngopas” dan menampilkan di status Fb saya..Mengapa? Saya senang cara sang pemilik status membahasakan ketidaksukaannya akan rokok, tapi, terlalu frontal dan mungkin tidak terlalu ngefek…Beberapa jam kemudian, muncullah sebuah komentar di bawahnya, yang cukup membuat senyum saya mengerut… …maka tanpa ijin dari sang pengomentar saya copas deh…saking emosionalnya… !!!!

dear non smokers, tahanlah nafas anda ketika kami merokok disamping anda. jika anda tidak tahan, carilah tempat lain. dunia ini sangatlah luas. kami tidak seperti kalian, kami menghidupi petani tembakau, pekerja pabrik, pemerintah tidak melarang kami, presiden kita malah meresmikan pabrik rokok…berhentilah mengeluh, toh semua manusia akan mati…

Tiba-tiba saja pikiran saya melayang ke cerita seorang ibu teman anak saya yang pernah terbaring  dua bulan, sehabis melahirkan…sesak nafas….katanya….dadanya sesak…padahal sebelumnya dia sehat-sehat saja…memang sebelumnya ia disuruh suaminya membelikan satu pak rokok…setelahnya suaminya ngebul di sebelahnya…padahal istrinya dalam kondisi hamil…dan itu sudah biasa ia lakukan….

Tak berapa lama kemudian, saya pun melihat sebuah tayangan di televisi…LAGI….seorang bocah 3 tahun, merokok!! Dan ketika kakeknya diminta komentarnya, sambil juga mengisap rokok di sebelah cucunya yang juga sedang memegang rokok, “Habisnya anaknya marah, ngamuk-ngamuk kalo ndak dikasi rokok.” Astagfirullah al adzim!!!…Parah… komentar sang kakek di depan sang bocah, yang pasti akan berpikir…oooo..jadi boleh merokok asal tak ngamuk-ngamuk.

Case ke tiga, ketika berempat bersama suami dan anak-anak…di sebuah pusat perbelanjaan, seorang ibu sedang hamil besar tengah merokok sambil menunggui jualan sepatunya…saya speechless…tak bisa berkata apa-apa untuk yang ini.

Saya tak juga berada di pihak pembuat status pertama…apa lagi di pihak pembuat status kedua..NO WAY!!!Hanya saja jika saya berada di kendaraan umum apalagi dengan anak saya dan ada seorang merokok, saya akan meminta TOLONG pada sang perokok,”Maaf, saya boleh minta tolong?” Kalau dia sudah mengiyakan, saya akan lanjutkan permintaan saya: “Tolong matikan rokoknya.”….jika tidak mau, saya akan turun dari angkot itu…pun jika yang merokok berjamaah dan berbadan kekar-kekar…hehehehe…sudah pasti saya juga turun.

Lalu…bagaimana dengan seorang istri yang suaminya perokok? Apakah mereka pun harus minta cerai setiap suami mereka sedang merokok di rumah…atau seorang anak…apakah mereka pun harus meninggalkan rumah setiap ada yang merokok di rumah mereka…atau seorang bayi yang sedang dikandung ibunya..haruskah mereka minta dipanggil Penciptanya keluar dari alam rahim untuk kembali saja ke alam ruh, dari pada terlahir CACAT, karena racun yang diberikan ibu untuknya…Bukan berbicara toleransi, ….karena tak ada toleransi dalam hal merokok… atau atau halal-haram…karena saya bukan lah ustadzah…dan saya pun takkan melemparkan kesalahan kepada pemerintah yang meresmikan pabrik rokok, membiayai buruh di pabrik rokok? bagaimana dengan orang dekat sang perokok yang dengan tulus mencintainya, meski ia seorang perokok…yang bisa membunuhnya perlahan-lahan dengan asap rokoknya..saya pun tak yakin uang si pembeli rokok itu benar-benar dipakai untuk menggaji buruh, buktinya tiba hari buruh mereka tetap berdemo menuntut kenaikan upah, jaminan keselamatan kerja, atau jangan-jangan uang si pembeli rokok masuk ke kantong pengusaha rokok untuk dipakai berfoya-foya, hidup mewah….Jadi?… ini masalah NURANI….NURANI THE SMOKERS!! MASIH ADAKAH ?? ATAU SEPERTI ROKOK YANG MEREKA HISAP, HABIS TERBAKAR!

Jakarta, 24 Juli 2011

@ruang emosi jiwa…sehabis mengutuki diri karena tak mampu berbuat apa-apa ketika supir metromini, dan dua keneknya merokok, sedang penumpang ada anak-anak dan bayi😦 lain kali, saya tak boleh selemah-lemah iman seperti itu..

@cheitumminyafardais

7 comments

  1. Membaca url blog ini jadi teringat tentang novel yang sy beli, klo ga salah judulnya “Diorama Sepasang Albana”.
    Mengenai roko, komentar lucu yang pernah sy dapat dari seorang perokok.

    “Sebenarnya sy juga anti rokok, tp berhubung pabrik rikonya tidak bisa sy bakar. Makanya saya bakar rokonya satu per satu”

    Sy setuju dengan manajemen IBL (Indonesia Basket Liga), yg tidak mau menggaet pabrik roko tuk jadi sponsor. Hal ini membuktikan bahwa olah raga masih bisa hidup tanpa roko. Kapan PSSI bisa menyusul…

    1. “Diorama Sepasang Albana”….novel itu hadiah pernikahan kami dari seorang teman dulu:)…thanks kunjunganx:)

  2. faktanya industri rokok itu cuma 3% aja kok berkontribusi sama perekonomian indonesia dan hampir 80% industri rokok sudah memakai mesin buat produksinya..bukan pakai tenaga manusia lagi..
    jadi bohong besar klo para smoker berargumentasi rokok itu berjasa besar sama perekonomian rakyat..perekonomian konglomerat mungkin…

    saya suka postingan ini

  3. Lagi-lagi perdebatan mengenai rokok. Dan saya merasa tidak ada gunanya dibahas lebih lanjut. Kenapa? Toch Perdebatan ini sudah dibahas oleh Pemerintah, Ahli Dokter, Medis, bahkan Ulama. Hasilnya masih tetap menyisakan perdebatan lainnya. Tidak ada hasil hukum yang sedemikian jelas yang mampu menekan turunnya angka perokok, atau kesadaran untuk tidak merokok. Jujur saya juga perokok tapi bila menilik lagi ada tidaknya NURANI? saya sendiri tidak merokok disekitar Non-Smoker, dikawasan bebas asap rokok, disamping cewek saya, disekitar ibu-ibu hamil, atau orang lainnya yang tidak suka rokok.

    Selain itu, jika pembahasannya untuk perokok yang tidak memiliki akses untuk posting ini atau akses untuk informasi edukatif seperti ini… katakan saja sopir, kernet, atau lainnya, maka? apakah patut juga kita mengatakan mereka tidak memiliki NURANI? Siapa yang pantas untuk menyampaikan informasi edukatif mengenai toleransi seperti ini? Apakah patut menyalahkan mereka karena tidak memiliki naluri seperti orang-orang ‘edukatif’? Wallahu a’lam ^_^

    1. copas: tidak merokok disekitar Non-Smoker, dikawasan bebas asap rokok, disamping cewek saya, disekitar ibu-ibu hamil, atau orang lainnya yang tidak suka rokok.
      Alhamdulillah,berarti anda masih punya nurani..:)

  4. makanya saya memilih menjauh jika permintaan “tolong” saya tak digubris…anyway..thanks,kunjungan dan commentnya:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s