WANITA DAN BICARA

gambar diambil di sini

Suatu hari, Aisyah ra. hendak memenuhi sebuah undangan,maka berpamitanlah ia pada sang suami tercinta Rasulullah saw..berbekal sebuah pesan dari beliau, minumlah air dan jangan ditelan atau dikeluarkan…sampai nanti ia kembali dari acara tersebut. Aisyah ra. pun menyanggupi. Air itu baru ia keluarkan sepulangnya dan langsung menghadap Rasulullah saw. Beliau lalu menjelaskan kepada Aisyah ra. perihal pesannya tadi…tak lain hanya ingin menjaga lisan istrinya dari berkomentar yang tak semestinya, Aisyah ra. memang tak berkomentar di lisan namun terlintas di hati…………….

 Ahhaaa…sebuah kutipan ingin segera saya tarik hikmahnya, namun rasanya terlalu dini…maka mari kita membahas sang objek alias wanita…sebuah penelitian Institute of Psychiatry london menyebutkan bahwa otak wanita menghasilkan 6.000 – 8.000 kata yang dapat diucapkan setiap hari. Bandingkan dengan pria yang hanya 2.000 – 4.000 kata perhari. Tak heran banyak wanita yang menyalurkan hasrat bicaranya dengan bergosip di tetangga, curhat sana-sini, mengomeli suami….Perihal mengomeli suami, sudah ada sejak zaman dahulu…saya ambil saja dari sebuah kisah ketika seorang amirul mukminin Umar bin khattab yang tak nyaman diomeli istrinya maka ia berniat mengadukan perilaku sang istri pada Rasulullah, tak dinyana tempat mengadu pun sedang diomeli sang istri, namun beliau hanya membiarkan sampai sang istri kehabisan kata-kata..hehehe…singkatnya  sang amirul mukminin pun tak jadi mengadu, juga memilih memaklumi sang istri yang sudah bekerja keras mengurusi rumah tangganya…..Bukan untuk mengagumi Rasulullah dan Umar bin Khattab sebagai sosok suami pengertian,ya…karena memang keistimewaan beliau, tapi mari fokus dengan hobi wanita yaitu “mengomel”..Saya sendiri mungkin tak begitu suka mengomeli suami, tapi senang bercerita apa saja (yang tak penting sekalipun,heheh) pada nya mulai dia menginjakkan kaki masuk pintu rumah sampai menjelang larut..sampai ia terkantuk-kantuk atau tak ada respon karena ia telah menghabiskan kata-katanya di kantor:)

Ok, tak hanya negativenya saja…positifnya pun ada…salah satunya adalah bagi yang punya bayi di rumah. Bayi memerlukan stimulasi untuk perkembangan otaknya, seorang bayi jarang  diajak bicara, akan mengalami keterlambatan dalam mengembangkan kemampuan bicaranya, maka diperlukan ibu yang doyan ngomel, tentu saja dengan “omelan” qaulan sadida alias perkataan yang baik. Mengapa bukan ayah?ingat ayah hanya memiliki stok kata-kata yang terbatas..hehehehe. Alhamdulillah telah kami praktekkan kepada dua jagoan kami…saat mereka bayi, akan dimandikan, disusui,diberi makan, anytime…bahkan ketika mereka akan tidur…tanpa bicara yang dibuat-buat sehingga mereka cepat fasih…

Berkatalah baik atau diam, itu anjuran Rasulullah SAW. Karena perkataan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Namun, jika diam bukan berarti statis, tidak bergerak…kata-kata tak melulu keluar lewat lisan,ujung pena, atau lewat tuts keyboard laptop pun bisa, selama itu adalah “qaulan sadiida” alias perkataan yang baik….itung-itung ada penyaluran kata-kata dari hasil produksi otak wanita. Sekian dulu… silahkan petik hikmahnya, semoga saja ada:)

Jakarta, 19 Juli 2011

@cheitumminyafardais

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s