BACA, YUK, NAK..

Di Gua HIra, ketika Rasulullah SAW sedang bertahannus, datanglah Jibril seraya memeluk beliau dan memerintahkan beliau untuk membaca…Bacalah..bacalah..bacalah…Rasulullah kebingungan atas apa yang hendak dibacanya….maka turunlah wahyu pertama Allah melalui  Jibril…Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan…yang selanjutnya menjadi mukaddimah perjalanan kerasulan beliau..

 

Pada awal turunnya perintah “iqra” kepada Rasulullah SAW..beliaupun bukan seorang yang pandai baca tulis…sehingga beliaupun kembali bertanya “ma aqra?” . Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Membumikan Al Qur’an, kata Iqra tidak mengharuskan adanya suatu teks tertulis yang dibaca, tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar orang lain. Karena itu, ketika kita membuka kamus untuk mencari arti kata iqra maka kita akan menemukan beragam arti di sana.

Sedikit ilustrasi di atas untuk mengenang sekaligus mengambil sebuah pelajaran tentang pentingnya membaca..eits,namun bukan orang dewasa yang saya maksudkan untuk membaca, tapi anak-anak..yah…anak-anak balita..Meskipun sebuah penelitian mengatakan bahwa seorang anak sebaiknya tak dipaksa diajarkan calistung di usia dini karena dapat membuat mereka kelak tidak kritis dan tak mampu berpikir kreatif….Namun, bukan mengajarkan membaca dengan format kaku lagi memaksa yang dimaksud. Mengajarkan membaca kepada anak berangkat dari menanamkan motivasi. Bahkan, sebaiknya dimulai sejak dalam kandungan karena saat itu pendengaran bayi dalam kandungan telah berfungsi. Dilanjutkan ketika mereka bayi dengan membacakan cerita, karena sebuah artikel tentang Mengajar Bayi Anda Membaca (Metode Glenn Doman) menyebutkan bahwa pada prinsipnya otak dapat mengerti “melihat” dan “mendengar” dengan baik. Yang dibutuhkan adalah suara itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar telinga, dan perkataan itu cukup besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat menafsirkan. Kalau telinga menerima rangsang suara, baik sepatah kata atau pesan lisan, maka pesan pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan diteruskan   ke otak yang bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi kata-kata yang dapat  dipahami. Lalu bagaimana menumbuhkan motivasi membaca pada anak? Ada sedikiiiiiiiitttt…. yang juga saya dapatkan dari mana lagi kalau bukan dari buku n ditambah lagi-lagi sedikiiiitt dari  pengalaman sendiri..

  1. Perkenalkan buku bacaan sejak mereka bayi…Walaupun itu hanya berupa gambar dengan sedikit teks atau tanpa teks sekalipun..Waktu bayi Faris sering kami belikan buku kecil yang isinya huruf alphabet dan gambar-gambar, meskipun belum begitu tertarik untuk membacanya, dan lebih tertarik untuk menggigitinya..hehehe…
  2. Pilih Buku yang tidak hanya menarik tapi bergizi. Menurut Muhammad Fauzil Adhim dalam bukunya Positive Parenting, bedakan antara buku yang bergizi dengan buku yang menarik, yang terbaik adalah buku bergizi , yang tulisan maupun illustrasinya dapat merangsang pikiran, perasaan dan imajinasi anak..
  3. Sediakan waktu untuk membacakan buku cerita, entah sebelum mereka tidur, ketika sedang bermain, atau setelah sholat magrib bersama..Ternyata, cerita yang baik adalah cerita yang memberikan nilai positif dari awal hingga akhir, bukan yang awalnya nakal, bandel, jahat lalu pada akhirnya bertaubat…kenapa?buku yang sejak awal hingga akhir member i gagasan positif sangat membekas dan mmpengaruhi kepribadian anak hingga dewasa. (eits, itu masih dari buku Positive Parenting,ya)
  4. Ajak mereka ke toko buku atau perpustakaan….Kalau yang ini, bukan hanya anaknya yang senang ummi abi juga cintaaaaaaaaaaa…hehehe..

Nah, mungkin hanya itu saja yang bisa saya tuliskan…kekurangannya mohon dimaklumi (maklum masih sambil belajar), jika ada yang ingin ditambahkan maka saya akan sangat senang sekali…Oh ya, yang membuat saya takjub kepada anak saya Faris (sampai ternganga-nganga saya), kalau dia bisa menghafal teks bacaan buku cerita yang saya bacakan sebelumnya,  persis seperti yang ada di buku padahal dia belum bisa membaca ….ternyata ketika saya membacakannya, cerita itu ia rekam di otaknya…hemh, mau mencoba membacakan cerita untuk anak anda?

@dibawah langit Jakarta, untuk anakku Muhammad Syafiq Al Farisi, happy milad 5th…smoga Allah selalu mellindungimu:), maafin ummi yang suka moodyan kalo disuruh baca ceritanya…heheh

Sumber Pustaka:

–       Shihab, Quraish Dr.M.,“Membumikan Al-Quran”, Bandung, Penerbit Mizan,1994

–      Adhim, Mohammad Fauzil , “Positive Parenting”,  Bandung, Penerbit Mizania, 2010

–      http://dranak.blogspot.com

4 comments

  1. iya mba,, membaca itu luar biasa,,, “membaca” juga bisa denngan seluruh indra ya,,
    Azzam rupanya seusia dais ya,, (3y 9m,,13 Rabiul awal 1429) Alhamdulillah sekarang sudah “agak” lancar membaca kalimat 3-4 kata jadi sudah mulai membaca sendiri (sambil dipandu bunda sih,,) dan subhannalloh dia bisa menghafal kalimat cukup panjang dari buku yang kami baca bersama,, dan satu hari saya dan ayahnya dibuat kaget karena dia menenteng educomicnya sambil bilang “Ayah, bakteri diusus besar bisa membuat kentut menjadi bau,,”,,
    Rupanya Azzam mengeja judul besar di buku educomicnya,,
    Kami sudah menetapkan Homeschooling sebagai pilihan metode belajar,,
    Semoga bisa terus silaturahim dan saling belajar ya mba,,

    salam takzim, Lina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s