MARI MENGASUH DENGAN METODE PARENTING

Apa yang akan anda lakukan ketika melihat anak anda merengek-rengek minta dibelikan es krim di sebuah supermarket, padahal anda tau hari itu dia sedang batuk? Atau meminta jajan di hadapan para tamu yang sedang berkunjung ke rumah anda? Sesungguhnya anak adalah pembelajar yang hebat…Bahkan tingkat kecerdasan mereka kadang-kadang melampaui kita orang dewasa. Mereka belajar bagaimana menguasai orang dewasa di sekitar mereka tanpa teori, dengan bakat alami…manusia cilik nan menggemaskan itu akan menguasai ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, bahkan pengasuh mereka di rumah dengan berbagai macam cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Masa lalu kita mewariskan cara mengasuh anak yang konvensional. Marah, membentak, mencubit adalah jalan pintas untuk membuat anak berhenti merengek, menangis…Bukankah itu menguras energy kita?? Lalu dengan apa kita mengatasinya? Jawabannya adalah Metode Parenting…menurut http://www.wikipedia.org parenting adalah suatu proses untuk membesarkan dan mendidik anak mulai sejak lahir, atau sebelumnya, sampai menjadi dewasa. Sementara itu, menurut dr. Zulaehah Hidayati dalam bukunya “Anak Saya Tidak Nakal, Kok” parenting adalah cara pengasuhan yang benar terhadap anak yang bermanfaat untuk merubah berbagai macam perilaku anak dari yang kurang baik menjadi ke arah sebaliknya. Selanjutnya, dr. Zulaehah menjabarkan kata parenting per huruf sehingga menjadi sebuah teknik dasar yang mudah diingat dan dipahami. Yuks, mari kita lihat..
PARENTING
P = Pengasuhan anak yang benar.
Metode konvensional seperti orangtua adalah pusat kebenaran, memaksakan kehendak pada anak, sering melarang anak, tidak mau mendengar pendapat anak, menyerahkan pengasuhan kepada guru, nenek, karena kesibukan, menanamkan bahwa orangtua harus dihormati tanpa mau menghormati dan menyayangi anak, hal ini menyebabkan anak jauh dari orangtuanya, padahal orang tua adalah orang pertama yang harus merangkul anaknya sehingga orangtua menjadi orang terdekat dengan anak dan dipercaya oleh mereka.
A = Anak adalah anugerah
Anak adalah anugerah, tentu harus kita syukuri Karena banyak orang yang merindukan kehadiran mereka dalam rumahtangganya namun mereka tidak mendapatkannya maka sepatutnya kita didik mereka dengan baik sebagai bentuk syukur kita dan menjadikannya motivasi untuk menjalankan metode parenting.
R = Redam Kemarahan
Setiap orang tidak akan mendapatkan solusi jika dalam keadaan marah, dan ternyata Rasulullah tidak menganjurkan kita mengeluarkan kemarahan namun meredam dengan merubah posisi dari duduk, berdiri, berbaring hingga berwudhu…jadi bukan dilampiaskan, karena menurut penelitian seorang psikolog di Amerika dengan melampiaskan emosi kita tidak dapat mengurangi kecendrungan agresivitas dan melampiaskan hanya bersifat sementara. Bahkan para ahli menyarankan meredam marah dengan menarik nafas dalam-dalam dan melakukan relaksasi.
E = Empati Mendengarkan
Mari kita lihat contoh komunikasi dua arah : “Adik, Bunda tahu adik ingin sesuatu. Tapi, kalau merengek, Bunda jadi tidak mengerti. Coba bilang Adik ingin apa? Biar Bunda bida mengerti dan membantu adik.”
Bandingkan dengan contoh kamunikasi satu arah berikut : “Kenapa, sih, kamu merengek terus? Udah, diam ah!”
Contoh yang pertama membuat anak jauh lebih tenang dari sebelumnya namun jangan kaget jika ia banyak bertanya dan berbicara, sedang yang kedua ia akan menangis semakin kencang dan merengek sejadi-jadinya!
N = Notifikasi Pembicaraan dan Tindakan
Pemilihan kata yang banyak menunjukkan rasa cinta, jelas, spesifik, jujur, ada nilai dan prilaku baik yang ditanamkan, nilai/prilaku buruk yang harus dihilangkan, ada reward dan punishment dengan bijak, tanpa luapan emosi, dan bukan hukuman fisik.
T = Tanamkan Energi Positif
Anak akan bergerak ke arah perilaku sesuai dengan predikat yang kita berikan.
I = Istiqomah (konsisten)
Ketika kita menetapkan aturan kepada anak, kita harus istiqomah, misalnya anak tidak boleh nonton tv sebelum berangkat sekolah maka kita harus konsisten biarpun ang anak menggunakan berbagai cara supaya kita menuruti keinginannya, atau membantunya mencari alternative kegiatan supaya ia tidak merengek minta nonton tv.
NG = meNGadakan Time Out
Ini merupakan cara efektif meredam emosi anak yang tidak terkendali pada saat ia mengamuk, rewel, menangis keras, memukul-mukul. Tempat time out bisa bermacam-macam selama ia memenuhi persyaratan di kursi, dilantai, tempat tersebut tidak ada benda berbahaya,bukan tempat tidur, hening, tidak ada hiburan seperti tv, radio, tidak ada mainan, tidak dikurung dikamar(jika ditempatkan di dalam kamar pintu tidak ditutup). Jangan salah, time out juga bisa berlaku bagi orang tua untuk meredam emosi, sampaikan kepada mereka bahwa kita melakukan time out di kamar sampai kita merasa tenang.:)
Alaa kulli hal, saya sendiri pun belum sepenuhnya sesempurna tulisan di atas, terkadang masih emosi , terkadang kurang sabar, Tapi, metode parenting banyak membantu saya mengatasi dua jundi-jundi kecil …dan itupun dilakukan jika dalam keadaan sadar…heheheh….namun yang paling penting kita mau berubah yang buruk menjadi kebiasaan baik..ok?doakan saya…doakan kita para orang tua yang kelak dimintai pertanggungjawaban atas titipanNya di akhirat…Astagfirullah al adzhim….
@cheitumminyafardais
Sumber Tulisan: “Anak Saya Tidak Nakal, Kok” karya dr. Zulaehah Hidayat, penerbit B First, 2010

2 comments

    1. ya,ummi aisyah…kalo saya,suka diingetin anak saya yang TK,
      laa tagdhob wa lakal jannah…gara-gara sulit mengontrol emosi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s